Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Banten memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) impor di Lapangan Terminal Multipurpose PT IKPP Merak Mas, Kota Cilegon, Rabu (4/11/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Banten memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) impor di Lapangan Terminal Multipurpose PT IKPP Merak Mas, Kota Cilegon, Rabu (4/11/2020). Selain miras, DJBC Banten juga memusnahkan jutaan batang rokok, tembakau dan barang impor ilegal lainnya.

Barang impor yang dimusnahkan bernilai
Rp 13,8 miliar dengan kerugian negara Rp 8,2 miliar ini diketahui terungkap dari hasil pengungkapan 5 kasus perkara yang telah ditangani Kejati Banten. Baik kasusnya telah berkuatan hukum tetap dan masih dalam penyidikan.

“Dari 5 penyidikan kita, ada 3 sudah incracht dengan tiga tersangka. Rata-rata hukumnya itu dari tiga(tersangka) itu, 1 tahun 2 bulan dan 1 tahun 6 bulan. Satu dalam proses persidangan dan satu masih penyidikan,” ujar Kepala Kantor Wilayah DJ BC Banten,
Mohammad Aflah Farobi pada konferensi pers usai pemusnahan.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

Terkait kasus miras dan barang campuran yang di impor, kata dia, hanya menyeret pemilik gudang sebagai terpidana. Sementara importir barang yang terlibat masih dikembangkan pihaknya.

“Importirnya ini dikembangkan. Makanya ini kita kembangkan dengan koordinasi dengan Bea Cukai di Pantai Timur Sumatera,” paparnya.

Alfah menjelaskan, barang ilegal dari pengungkapan tersebut didistrobusikan dengan cara-cara berbeda. Seperti rokok ditindak karena tidak memiliki pita cukai saat hendak didistribusikan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ke Sumatera.

Sementara barang impor yang berasal dari Singapura di distribusikan lewat pelabuhan tikus dari Sumatera hingga sampai ke gudang di Provinsi Banten. Barang tersebut ditindak karena tidak membayar cukai.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Untuk miras, mereka impor masuk melalui pelabuhan tidak terdadtar. Tetapi kebetulan gudangnya ada di wilayah banten. Mungkin mereka mau dikonsumsi di sekitar DKI, disimpan di Banten. Begitu kita operasi bersama, dengan rekan-rekan TNI dan kepolisian. Kita melihat mereka tidak membayar cukai, kita tindak,” bebernya.

Untuk diketahui, sebanyak 12.590.968 batang rokok ilegal, 255 bungkus tembakau iris, 152 bungkus tembakau molasses, 1.256 botol miras import dan 4.920 miras tradisional dimusnahkan Kanwil DJBC Banten. Petugas dalam pelaksanaan pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara menggilas miras dan membakar rokok dan tembakau. (Ronald/Red)