Pengendara melintas di Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon, Jumat (26/1/2024). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Banten, Fadli Afriadi menyoroti kondisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang dijadikan untuk jalur mudik untuk kendaraan roda dua untuk tujuan Pulau Sumatera yang menyeberang melalui Pelabuhan PT Pelindo Ciwandan.

Fadli menilai JLS yang digunakan untuk jalur mudik ini kondisinya cukup mengkhawatirkan. Di mana, di sejumlah titik jalan banyak berlubang dan bergelombang. Selain itu, jalan juga berdebu, banyak dipenuhi ceceran pasir  serta penerangan jalan yang minim cukup mengkhawatirkan pengguna jalan.

“Setelah kami cek, kondisi jalan yang masih ada beberapa titik yang berlubang dan bergelombang, minim penerangan dan polusi udara karena debu dan pasir,” kata Fadli kepada Selatsunda.com, Senin (1/4/2024).

Oleh karena itu, Fadli meminta kepada Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon untuk memprioritaskan dan memperhatikan kondisi JLS, serta mengevaluasi JLS dijadikan jalur mudik lebaran menuju Pelabuhan Pelindo.

“Kami meminta kepada Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon untuk mengkaji penggunaan JLS untuk jalur mudik lebaran. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang akan mudik merasa nyaman dan aman. Selian itu, posko atau rest area yang dilengkapi toilet umum juga perlu disediakan dibeberapa titik sepanjang Jalan Lingkar Selatan ini,” imbaunya.

Baca juga  Gaspol Abangku ke Kalos Kafe, Tempat Nongkrong Baru di Cilegon dengan View Alam, Yuks Cobain

Menghadapi hal tersebut, Fadli juga menghimbau kepada para pemudik tujuan Pulau Sumatera yang menyeberang melalui Pelabuhan PT Pelindo Ciwandan harus selalu hati-hati dan beristirahat jika lelah.

“Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk memanfaatkan kanal-kanal pengaduan yang disedikan oleh pihak Pelindo maupun ASDP jika menghadapi kendala atau dapat melakukan pengaduan kepada Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten,” ujarnya.

Sementara itu, GM Pelindo Regional 2, Yohanes, menyampaikan bahwa Pelabuhan Ciwandan akan mulai diporasikan sebagai Pelabuhan penyebrangan untuk mudik pemotor pada hari Rabu tanggal 3 hingga 16 April 2024, sejauh ini salah satu perisiapan dilakukan berupa koordinasi dengan berbagai pihak demi kelancaran mudik tahun 2024.

Baca juga  Gaspol Abangku ke Kalos Kafe, Tempat Nongkrong Baru di Cilegon dengan View Alam, Yuks Cobain

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu dengan ASDP, Polres, Polda dan Pemda, sudah kami diskusikan potensi masalah dan mitigasi penanganannya,” ujar Yohanes.

Lebih lanjut, Yohanes menyampaikan, hasil koordinasi dan rapat yang dilakukan, skema alur pemudik dari datang hingga masuk ke kapal. Di mana, telah disediakan lahan khusus untuk menunggu dengan kapasitas 2000 motor yang dilengkapi tenda agar teduh, toilet, ruang bermain anak, hingga UMKM yang menjual makanan dan minuman untuk pemudik.untuk ketersediaan Kapal sendiri yaitu sebanyak 11 Kapal dengan kapasitas 200-400 orang per Kapal.

Selain itu, menurut Yohanes terdapat satu hal yang perlu tekankan yaitu pembagian kewenangan karena Pelindo hanya berwenang dalam kegiatan dan arusnya untuk hal lainnya seperti sarana dan prasarana, tiket dan lainnya menjadi kewenangan ASDP, keamanan dan ketertiban menjadi kewenangan dari pihak Kepolisian sehingga sinergitas diantara semua pihak menjadi hal yang sangat penting. (Ully/Red)