CILEGON, SSC – Nirayana Syahrupinah (22) ibu korban penculkan anak inisial AS (4) menahan rindu kepulangan anaknya yang menjadi korban penculikan di Mal Ramayana Kota Cilegon. Hingga hari kesembilan, korban pun masih belum bisa ditemukan.
Ditemui di rumahnya yang berlokasi di Kampung Jombang Cemara, RT 01/RW 06, Kota Cilegon, Nirayana tak mampu membendung rasa rindunya kepada putrinya yang hilang sejak 2 Januari 2023.
Dengan mengendong putri ketiganya, Nirayana mencoba menceritakan kembali kejadian penculikan yang menimpa keluarganya. Kejadian tersebut berawal pada, Senin (2/1/2023) pelaku HH (32) tengah menginap di rumahnya dengan alasan mencari pekerjaan di Cilegon. Tanpa ada rasa curiga, HH tinggal bersama keluarganya dalam satu rumah. ibu korban menyiapkan makan untuk pelaku namun pelaku sendiri belum bangun dari tidurnya.
Sekitar pukul 16.00 WIB, ketika ibu korban dan anak ketiganya tengah berada di rumah tetangga, pelaku memanfatkan waktu dengan mengajak kedua anaknya yang berusia 8 tahun dan 4 tahun ke Ramayana Cilegon.
“Jadi saya kan sama anak yang ketiga ke rumah tetangga. Karena anak saya rewel dan nangis terus, akhirnya saya bawa pulang. Tapi pas saya tiba di rumah, kedua anak saya udah gak ada. Awalnya saya gak curiga. Tapi, si kakak (anak pertama) pulang. Terus saya tanya kakak, adik kamu mana? Kamu dari mana? Tadi naik apa? Tapi si kakak (anak nomor 1) disuruh pulang nurut saja namanya anak. Kakak dinaikkin ke angkot katanya suruh jemput saya di rumah untuk diajak ke Ramayana,” kata Nirayana kepada awak media ditemui di rumahnya, Selasa (10/1/2023).
Nirayana menambahkan, karena sudah pukul 17.30 WIB dan memasuki shalat magrib, dirinya memutuskan untuk menemui pelaku usai shalat magrib. Sekitar pukul 18.30 WIB, ia pun langsung menuju ke Ramayana Cilegon untuk menemui korban dan pelaku.
“Saya cek muter-muter dari lantai satu dan lantai tiga, anak saya dan pelaku sudah tidak ada lagi. Saya putarin semua tidak ada, sampai saya pulang, semalam tidak bisa tidur kepikiran anak saya nomor 2,” tambat Nirayana.
Keesokan harinya, Selasa (3/1), Ia bersama kerabat lain mencari keberadaan anaknya dan menghubungi keluarganya di Lampung tempat asal Nirayana dan pelaku berinisial HH semasa kecil.
“Keluarga saya tidak ada yang tahu keberadaan pelaku ini. Saya juga sempat nyari ke Terminal Kalideres, ke Terminal Kampung Rambutan, ke Kemayoran, ke beberapa lokasi di Jakarta, ke Rangkas, tapi tidak ketemu. Baru setelah 24 jam, saya lapor polisi,” tuturnya.
Nirayana mengaku sangat bersedih lantaran hingga 9 hari, anak keduanya belum kembali ke pangkuannya. Saat ini, pihaknya telah dimintai keterangan pihak kepolisian. Pihaknya memercayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus penculikan anaknya. “Kita juga terus berusaha nyari, kita sudah tempel selebaran,” ucapnya.
Nirayana mengaku, jika saudara tiri HH pernah tersangkut kasus pencurian sepeda motor saat masih di Lampung. HH mengaku, aktivitasnya saat ini bekerja di sebuah toko di Jakarta.
“Harapan saya cuma satu, anak saya kembali. Saya mohon sekali, Pak Polisi bisa secepatnya mencari anak saya. Kalau hukuman ke pelaku apa saya serahkan ke polisi. Namanya anak, kalau kehilangan uang mungkin tidak seberapa saya biarin, kalau anak ini kan masa depan kami sebagai orang tua, anak saya juga tidak salah apa-apa, kenapa dibawa pergi,” tuturnya. (Ully/Red)

