Warga menunjuk Air limbah yang mengalir pada saluran pembuangan di kawasan Panca Puri, Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Senin (10/9/2018). Diduga air limbah tersebut beracun dan menjadi penyebab matinya dua hewan kerbau milik warga setempat, beberapa hari lalu. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Panca Puri Indoperkasa menyebut dua ekor hewan kerbau di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, yang mati mengenaskan diperkirakan karena berbagai dugaan. Tudingan warga tekait mati dua ekor hewan ternak itu setelah meminum air limbah beracun yang ada di saluran pembuangan kawasan Panca Puri tak jauh dari pemukiman dibantah dan diragukan kebenarannya.

Hal itu disampaikan oleh Manajer Administrasi PT Panca Puri Indoperkasa, Pomi Riana ketika mengklarifikasi kasus kematian dua hewan kerbau itu yang mati di Lingkungan Cilodan.

“Jadi dugaan saya bukan dari (limbah) situ.  Bisa saja kerbau itu mati, mungkin karena bisa (racun) ular. Itu kan disitu ada gunung yang baru di papas tuh, karena ada sarang ular di situ. Saya lihat, dari sisi mulutnya itu seperti kena racun, berbusa. Kalau umpamanya kena bahan kimia, itu ngga bisa langsung mati, beberapa hari.Tapi kalau racun ular,  bisa langsung mati,” ungkap Pomi di konfirmasi, Senin (10/9/2018).

Pomi menjelaskan, kasus kematian dua hewan kerbau yang terjadi beberapa hari lalu dinilai berbeda dengan kasus kematian hewan yang sama pada bulan lalu. Dimungkinkan hewan yang mati kali ini di duga karena terserang penyakit atau di serang gigitan ular. Ia belum dapat menyimpulkan, jika matinya hewan ternak itu karena meminum air limbah di saluran pembuangan kawasan Panca Puri sebagaimana yang di tudingkan.

“Kata dokter hewan, itu mati karena cacing, sebulan lalu memang ada pemeriksaan kerbau juga. Tapi untuk sekarang ini, ada banyak dugaan.  Bisa karena sakit cacing, bisa karena di patok ular. Jadi banyak dugaan, kita gak bisa menyimpulkan,” ungkapnya.

Terkait lokasi matinya hewan itu yang disinyalir berada di tempat limbah industri PT Chandra Asri Petrochemical (PT CAP) dan PT Synthetic Rubber Indonesia (PT SRI), dibuang, Pomi enggan membeberkan lebih jauh. Namun Ia mengaku, jika saluran yang dimaksud merupakan tempat pembuangan limbah non produksi. Limbah produksi tidak di buang dilokasi itu tetapi di olah di dalam pabrik berbasis ramah lingkungan atau Waste Water Treatment (WWT).

“Kalau pabrik Chandra Asri pembuangan ke WWT,  jadi tidak mungkin buang air (limbah) produksi ke situ. Kalaupun ada buangan air disitu, itu cuman air toilet dan air cuci kakus, air dari pantry. Itu air non produksi. Itu (lokasi pembuangan limbah) hampir sama, baik Chandra Asri dan PT SRI,” paparnya.

Hal yang sama disampaikan Direktur PT. Panca Puri Indoperkasa, Abraham Sinatrawan. Sekalipun benar adanya muncul permasalahan tersebut, pihak Panca Puri berkomitmen untuk menyelesaikannya dengan warga.

“Karena itu, kita mau selesaikan itu. kan matinya di wilayah kita. Makanya Pak Pomi langsung turun ke lokasi untuk menyelesaikan itu” pungkas Abraham singkat. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here