Kejari Kota Cilegon memaparkan capaian kinerja selama satu tahun pada peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-61 saat di Kantor Kejari Cilegon, Kamis (22/7/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon memaparkan capaian kinerja selama satu tahun. Dalam kegiatan yang digelar tepat pada Peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-61, Kejari Cilegon membeberkan capaian dari berbagai seksi baik Seksi Intel, Seksi Pidsus dan Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Pada Seksi Intel, terdapat capaian kinerja yang diraih dari berbagai kegiatan diantaranya memberi dukungan dalam kegiatan kaitan penangnaan pandemi Covid-19 di Cilegon. Beberapa kegiatan yakni pengamanan dalam pelarangan mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, pengamanan dalam PPKM Darurat serta membantu Pemkot dan Kantor Pos Cilegon dalam pengamanan dalam pendistribusian Bantuan Sosial Tunai. Selain itu, Bidang Intel juga tengah melakukan penyelidikan 1 perkara tindak pidana korupsi.

Untuk Seksi Pidsus juga terdapat capaian kinerja baik melakukan penyelidikan 1 perkara dan penyidikan 1 perkara. Pidsus juga melakukan pra penuntutan perkara tipikor yakni pelimpahan berkas perkara dari Polres Cilegon. Perkara itu terkait dugaan tipikor di RSUD Cilegon yang saat ini berkasnya masih diteliti. Selain itu, Pidsus juga melakukan pra penuntutan 1 perkara tindak pidana cukai.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

Pada Seksi Datun, raihan kinerja juga dicapai dari pemberian bantuan hukum Non Litigasi sebanyak 532 Surat Kuasa Khusus (SKK). Diantaranya, 20 SKK untuk BPJS Kesehatan dengan keuangan negara yang dipulihkan Rp 27 Juta, 20 SKK untuk PT Krakatau Bandar Samudera dengan pengembalian Rp 631 juta dan instansi lainnya.

Kepala Kejari Cilegon, Ely Kusumastuti mengatakan, dengan seluruh pencarian kinerja yang diraih dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Cilegon. Kejari, kata Ely, selalu berkarya dan bergerak maju memberikan yang terbaik kepada negara.

Ely dalam kesempatan tesebut turut memberikan keterangan kepada awak media yang menanyakan terkait 1 tindak pidana korupsi yang tengah disidik. Mantan penyidik KPK ini tak menampik surat perintah penyidikan satu perkara baru saja ditandatangani dan akan dimulai penyidikan.

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

“Kalau sudah penyidikan sebetulnya tidak apa-apa kita buka. Karena baru tadi pagi kita menandatangani surat perintah penyidikan,” ujar Ely dalam konferensi pers didampingi para kasi saat di Kantor Kejari Cilegon, Kamis (22/7/2021).

Namun Ely enggan membeberkan OPD mana yang terseret tindak pidana korupsi. Yang pasti, perkara tersebut nantinya akan dibuka jika sudah ada penetapan tersangka.

“Saya rasa cukup saya jawab di salah satu dinas pada Kota Cilegon. Tetapi saya tidak berani sebut. Bukan tidak berani, saya berani. Tetap saya meredam supaya tidak ada kegaduhan saja. Nanti kalau mendekati kami sudah akan yach, jadi tersangka, baru kami blow up,” pungkasnya. (Ronald/Red)