RSUD Kota Cilegon mulai mendirikan tend darurat untuk pelayanan pasien Non Covid-19, Kamis (21/7/2021). Foto Florida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Rabu (21/7/2021) mendirikan satu tenda darurat untuk menampung pasien non covid-19 (Virus Corona). Pendirian tenda darurat ini seiring keterisian ruangan di RSUD Cilegon sudah full/penuh oleh pasien Covid-19.

Kabag Umum pada RSUD Cilegon Faruk Oktavian membenarkan jika RSUD meminta bantuan BPBD Cilegon untuk didirikan tenda darurat di rumah sakit.

“Ada 1 tenda darurat yang kami (RSUD Cilegon). Kita dirikan tenda darurat ini, karena di ruangan IGD (Instalasi Gawat Darurat) penuh oleh pasien status positif. Untuk pasien tidak positif justru masuk dalam jalur pasien positif. Jadi, kita dirikan tenda tersebut untuk pasien non covid-19,” kata Faruk saat dihubungi Selatsunda.com, Kamis (22/7/2021).

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

Tenda darurat khusus pasien non Covid-19, kata Faruk, dapat menampung 6-8 orang pasien. Sejauh ini, pihaknya masih mencari solusi terkait tenaga kesehatan yang melayani pasien Non Covid-19 di tenda tersebut. Karena puluhan nakes di RSUD terpapar Covid-19.

“Kebutuhan tim medis 17 orang, sampai saat ini kan 48 nakes dan dokter di rumah sakit menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terserang covid-19. Nah itu yang sedang kami (RSUD) pikirkan sekarang. Bagaimana bisa menempatkan para nakes dan dokter di tenda darurat ini. Karena, kita buka pendaftaran nakes, sampai saat ini belum ada yang berminat. Kemungkinan kita akan geser nakes dan dokter yang ada di dalam IGD ke tenda darurat,” tambah Faruk.

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

Kata mantan staf Dinkes Cilegon ini menjabarkan, selain kendala dokter dan nakes, tenda darurat juga membutuhkan banyak peralatan. Diantaranya, bed pasien sebanyak 6 bed, ozymeter sebanyak 3, manometer 02 transport 9, tabung 02 sebanyak 15, hepa filter 3, tiang infus sebanyak 8 dan hepa filter fortable sebanyak 3 unit.

“Dari kebutuhan peralatan yang kami butuhkan ini sebagian ada bantuan dari para donatur. Dan kami menyambut baik adanya bantuan tersebut,” ujarnya. (Ully/Red)