20.1 C
New York
Rabu, Desember 17, 2025
BerandaPeristiwaPasar Blok F Cilegon Kebanjiran

Pasar Blok F Cilegon Kebanjiran

-

CILEGON, SSC – Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon membuat beberapa titik di wilayah Kota Cilegon tergenang banjir, salah satunya Pasar Blok F. Pasar yang berada di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon ini terendam banjir setelah diguyur hujan beberapa jam.

Informasi yang berhasil dihimpun Selatsunda.com, air hujan meluap dan merendam pasar Blok F sekitar pukul 14.00 WIB. Air yang tiba-tiba masuk ini mengakibatkan lapak para pedagang yang ada di dalam pasar kebanjiran. Bahkan air hujan yang masuk setinggi 15 centimeter ini berwarna hitam dan berbau menyengat.

“Bau banget, Airnya hitam. Jadi pedagang yang ada di dalam begitu terganggu dengan bau ini,” ungkap Salah satu pedagang Pasar Blok F M Rizal.

Rizal menyayangkan kondisi banjirnya pasar Blok F. Menurutnya, penyebab banjir diakibatkan karena tidak tersedianya saluran pembuangan air di sekitar pasar sehingga air mengendap dan masuk ke lapak pedagang.

“Kami memohon kepada atasan-atasan untuk segera memperbaiki jalan khususnya adanya pembuangan air selokan. Adanya pembuangan air ini, agar lebih seimbang antara jalan dengan saluran yang ada,” kata Rizal.

Sementara, Kepala UPTD Pasar Blok F Mulyadi mengatakan, banjir di Pasar Blok F terjadi lantaran karena volume air hujan tidak seimbang dengan daya tampung drainase yang ada. Hal ini mengakibatkan air hujan meluap dan masuk menggenangi lapak para pedagang. Selain itu, banjir itu muncul lantaran saluran air pada paving blok di dalam pasar tidak tersedia.

“Pas saya telusuri, tidak ada pembuangan air karena adanya pembangunan paving blok ini. Akibat tidak ada pembuangan air, saya dibantu dengan tim akhirnya sepakat dengan membongkar kondisi paving blok di sini (dalam pasar,red),” kata Mulyadi.

Ia menjelaskan, posisi paving blok semestinya dibangun lebih tinggi dari konstruksi pasar agar air hujan tidak masuk ke dalam pasar. Kejadian yang terjadi malah sebaliknya.

“Jadi mereka itu dibuat lebih tinggi, tidak ada pembuangan airnya. Akibatnya banjir dan masuk ke lapak-lapak pedagang,” ungkapnya.

Ia memaparkan, pihak UPTD terpaksa akan membongkar paving blok.  Bilamana tidak maka banjir kembali akan terjadi.

“Kalau enggak dibongkar, kemungkinan malam hari airnya akan semakin parah,” terangnya.  (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -