CILEGON, SSC – Untuk kedua kalinya, Pasar Kapling Blok F yang berlokasi di Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon kembali kebanjiran. Setelah sebelumnya pada Selasa (30/10/2018) lalu pasar ini kebanjiran, kali ini, Jumat (9/11/2018) juga terjadi musibah yang sama.
Informasi yang berhasil dihimpun Selatsunda.com, banjir mulai terjadi sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WIB saat hujan deras. Air hujan kemudian meluap dan masuk kedalam pasar. Ketinggian bajir ini diperkirakan hingga mata kaki orang dewasa. Tampak terlihat kesibukan para pedagang di dalam pasar menyelematkan barang-barang mereka.
Salah satu pedagang di Pasar Blok F, Nursi mengaku, sangat dirugikan akibat banjir yang masuk ke dalam lapak para pedagang. Banjir ini membuat warga yang biasanya membeli barang dagangannya malah sebaliknya.
“Rugi lah dengan banjir ini. Bayangin aja, dari jam 06.00 pagi sampai 08.00 air belum juga surut. Pembeli kan jadi Males belanja karena kondisi pasar yang kotor dan bau,” keluh Nursi kepada Selatsunda.com,” Jumat (9/11/2018).
Nursi mengungkapkan, biasanya ia bisa mendapatkan pemasukan sekitar 100 ribu namun dengan kondisi ini, ia hanya mendapatkan pemasukan sebesar 50.000.
“Hampir 50 persen lah mba kalau diperkirakan. Padahal kejadian ini tuh hampir setiap tahun lho kita rasakan, tapi tidak ada tanggapan dan penaganan serius dari pihak pasar, dinas maupun Pemkot Cilegon. Padahal, setiap hari ada pungutan dari pihak pasar, tapi kok kondisinya kaya begini,” ungkapnya.
Senada dengan Nursi, pedagang lainnya, Lela juga mengaku terkejut dengan kondisi pasar yang semraut akibat banjir yang masuk ke dalam lapak pedagang. Ia meminta agar masalah tersebut dapat cepat ditangani pemerintah.
“Bukannya untung di pagi hari, ini mah rugi. Pembeli kan lebih baik beli di luar dibandingkan beli di dalam pasar. Saya sih berharap, pemerintah cepat tanggap dalam menyelesaikan persoalan banjir yang menimpa pedagang di Pasar Blok F,” harapnya.
Di tempat yang sama, Asisten II Pemkot Cilegon, Beatrie Noviana mengaku, penanganan persoalan banjir ini bukan hanya tanggung jawab satu OPD saja tetapi harus ada koordinasi dengan dinas lain dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Menurut saya penanganan banjr ini bukan hanya diselesaikan hanya 1 dinas aja, melainkan adanya koordinasi dari dinas lain dalam melakukan perencanaan pekerjaan.
Perencanaan harus matang dilalukan. Kalau sudah matang perencanaannya tidak mungkin terjadi banjir di Pasar Blok F. Terus, seperti apa solusi dari banjir ini,” kata Beatrie.
Untuk jangka pendek masalah banjir di Pasar Blok F, kata Beatri, ia akan meminta Dinas PUTR untuk segera melakukan normalisasi drainase di jalan yang sedang dilakukan betonisasi.
“Nanti saya akan minta PU untuk mengecek lokasi-lokasi betonisasi yang ada di pasar. Jika drainase itu baik tidak mungkin akan terjadi banjir lagi, tapi kebalikannya kalau drainase itu buruk tetap saja banjir akan terus masuk ke dalam pasar,” katanya. (Ully/Red)

