Suasana Pasar Rakyat Walantaka, Kota Serang terlihat tidak terurus, Rabu, (5/8/2020). Foto Fathulrizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pasar Rakyat Walantaka yang baru satu tahun diresmikan oleh Walikota Serang, Syafrudin tak lagi diminati pedagang untuk berjualan. Bahkan diantara mereka yang berdagang sudah mulai angkat kaki.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperdaginkop) dan UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono menanggapi ini mengaku telah berupaya meramaikan pasar Walantaka dengan mengajak pedagang berjualan kembali.

“Kami berupaya untuk meramaikannya (Pasar Walantaka). Kami sudah pernah mengajak pedagang untuk mengisi kios di sana,” kata Yoyo kepada  Selatsunda.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (7/8/2020).

Selain kepada pedagang, kata Yoyo, upaya juga dilakukan Disperindagkop menggandeng UKM yang ada disekitar Kelurahan Lebak Wangi dan Kota Serang untuk mengisi kios yang disi depan pasar. Sayangnya, upaya tersebut kandas menyusul merebaknya Covid-19 di Kota Serang.

“Sebelum covid-19 kami coba gandeng UKM. Baru mau ngajak, tapi Covid-19 datang,” tambahnya.

Meskipun gagal, kata Yoyo, pihaknya akan terus berusaha agar pasar bisa kembali ramai. Diantaranya, Disperindagkop akan berkooridnasi dengan Dishub menyediakan angkutan kota dengan tujuan pasar. Begitu juga akan meramaikannya dengan melibatkan peran serta masyarakat di kecamatan ataupun Kelurahan.

“Jika memungkinkan, kita akan memohon bantuan Walikota Serang, Syafrudin untuk duduk bersama memecahkan persoalan Pasar Walantaka,” papar Yoyo seraya menjelaskan tidak ada pungutan retribusi di Pasar Walantaka.

Sementara itu, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengungkapkan, sepinya pembeli membuat pedagang angkat kaki dari Pasar Walantaka dimungkinkan karena pola kebiasaan masyarakat ke pasar selalu memilih ramai.

“Disitu kan (Pasar Walantaka) baru, mungkin masyarakat nyarinya tempat yang lengkap biar sekalian belanjanya, di satu tempat,” kata Subadri usai ziarah di Taman Makam Pahlawan.

Menurutnya, pasar yang ditinggalkan pedagangnya menjadi tantangan bagi Pemkot. Untuk memaksimalkan aset yang ada, kata Subadri, pihaknya akan merapatkan persoalan tersebut dengan dinas terkait.

“Pasti akan ada rapat kembali, pastinya tahun ini. Untuk kapannya nanti akan dikabari,” pungkasnya. (SSC-03/Red)