Seorang pedagang tengah melayani masyarakat yang membeli bumbu dapur di Pasar Kranggot, Cilegon. Rabu (20/6/208). Elfrida Ully Artha/selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pasca Hari Raya Idul Fitri 1439 H, harga sejumlah komoditas bumbu dapur di pasar tradisional Kranggot, Kota Cilegon mengalami kenaikan yang luar biasa. Kenaikan ini hingga mencapai 10-15 persen dari hari biasanya.

Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, Ambrawi mengatakan, kenaikan harga bawang dan cabai sudah mulai terjadi sejak sebelum dan pasca lebaran.

“Sebelum dan sesudah lebaran harga cabai dan bawang terus mengalami kenaikan. Sempat 2 (dua) hari lalu terjadi penurunan. Tapi, saat ini harganya naik lagi. Bahkan naiknya sampai 10-15 persen,” kata Ambrawi, kepada Selatsunda.com, Rabu (20/6/2018).

Menurutnya, harga bawang merah mengalami kenaikan Rp9.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000, kini naik menjadi Rp34.000 per kilogram. Untuk bawang putih sebelumnya Rp25.000, kini menjadi Rp30.000 per kilogram, cabai rawit sebelumnya Rp32.000 saat ini mencapai Rp34.000. Begitu juga dengan tomat sebelumnya Rp4.000 kini menjadi Rp5.000 perkilogram, cabai merah sebelumnya Rp27.000 mencapai Rp35.000 per kilogram.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Aminah mengaku, kenaikan harga ini sangat mencekik. Di mana, banyak keperluan lain yang harus dibelinya selain sembako.

“Mencekik banget deh harga sekarang. Saya kira pasca Lebaran ini, harga turun tapi gak turun-turun. Berharap, pemerintah bisa menstabilkan harga sehingga tidak menyulitkan warga yang ingin membeli kebututuhan sembako,” pungkasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here