20.1 C
New York
Jumat, April 24, 2026
BerandaPeristiwaPasca Mediasi, Pengusaha: Mukota Kadin Cilegon Tidak Netral Minta Diambil Alih

Pasca Mediasi, Pengusaha: Mukota Kadin Cilegon Tidak Netral Minta Diambil Alih

-

SERANG, SSC – Kadin Banten akan menyampaikan jawaban pada Jumat, (1/11/2019) nanti terkait tuntutan pengusaha Cilegon yang meminta untuk membekukan pengurus Kadin Cilegon dan menolak Mukota Kadin Cilegon. Hal ini disampaikan salah satu Pengusaha Cilegon, Zaenal Arifin usai mediasi dengan pengurus Kadin Banten di Kantor Kadin Banten, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Rabu (30/10/2019).

Zainal menyatakan, penolakan terhadap mukota dan desakan kepada Kadin Banten untuk mengambil alih pelaksanaan mukota bukan tanpa dasar. Menurut dia, pelaksanaan mukota dituding tidak netral. Ada banyak hal dalam pelaksanaan mukota diduga penuh kejanggalan dan kecurangan.

“Kami menduga kepanitiaan Kadin Cilegon sudah tidak netral. Isu KTA bodong sudah beredar. Makanya kami minta ke Kadin Banten terkait kepanitiaan mukota,” ujarnya.

Baca : Tolak Mukota Kadin Cilegon, Pengusaha Kepung Kadin Banten

Dugaan kejanggalan dan kecurangan itu dapat dilihat aturan keikutsertaan peserta mukota. Panitia, kata dia, diduga mulai merekayasa Kartu Tanda Anggota (KTA).

“Kami menduga, kepanitaan Kadin Cilegon menyalahi aturan. Wewenang terkait KTA bodong, sekarang sudah viral. Situ, Siup-nya mati, tapi kok KTA bisa terbit,” tuturnya.

Bahkan, dugaan dia, KTA yang direkayasa itu dilakukan untuk satu tujuan memenangkan salah satu Calon Ketua Kadin, Sahruji yang saat ini menjabat Ketua Kadin Colegon.

“Kami menduga kubu petahana mencalonkan kembali, dia merekayasa. Yang pasti sekarang ini kita minta Kadin Banten untuk mengambil alih dan membekukan Kadin Cilegon,” tuturnya.

Sementara, pengusaha lain, Lutfi menyatakan pelaksanaan mukota juga dinilai sudah tidak netral lagi salah satunya mulai tercium KTA Bodong. Ia menilai, ketidaknetralan panitia pada mukota tahun ini lebih condong mememangkan salah satu pihak.

“Gimana kita mau ikut kepesertaan dalam ketua Kadin Cilegon, orang wasitnya, sudah terindikasi condong ke dia, orang Sahruji,” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua Kadin Provinsi Banten, Agus Wisas mengatakan, akan mengambil alih mukota Kadin Cilegon sejauh yang disampaikan pengusaha benar terbukti. Pihaknya tegas membantah jika disebut memihak salah satu kandidat.

“Kita akan panggil SC dan OC nya, ini benar nggak, begini-begini seperti yang diajukan. Kalau ternyata benar, tuntutan mereka pasti dipenuhi. Karena kita Kadin Provinsi Banten tidak pernah berpihak kepada salah satu kandidat,” tuturnya.

Untuk membuktikan aspirasi yang disampaikan pengusaha, pihaknya akan membentuk tim investigasi. Bila mana terbukti, mukota akan diambil alih Kadin Banten.

“Kita akan bentuk tim investigasi, apakah ini benar atau tidak kalau dirugikan. Kalau terbukti kita akan ambil alih,” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini