CILEGON, SSC – Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM) melakukan evaluasi pasca kecelakaan tunggal truk tangki air terguling di Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kamis (24/10/2019) lalu.
Diberitakan sebelumnya, truk tangki PDAM-CM yang dikendarai Rasmadi (50) warga Taktakan, Kota Serang terguling diduga tak sanggup menanjak. Mobil tersebut mogok di tanjakan jalan, kemudian mundur masuk ke jurang. Beruntung, Rasmadi berinisiatif langsung loncat untuk menyelamatkan diri. Namun naas, Radmiadi mengalami patah tulang di pundak, rusuk, dan tulang belakang.
Direktur PT PDAM CM Encep Nurdin menjelaskan, kondisi sopir saat ini mengalami patah tulang di pundak, rusak dan tulang belakang. Atas kondisi ini, Rasmidi dianjurkan untuk melakukan operasi terhadap kondisi tersebut.
“Dari pihak rumah sakit mintanya harus di operasi. Kami siap jika Pak Rasmadi di operasi. Namanya keluarga, gimana sih? Masa hanya kita diamkan aja?” kata Direktur PT PDAM CM Encep Nurdin, saat ditemui di RSKM Cilegon, Jumat (25/10/2019).
Encep menjelaskan, selain mengalami patah tulang, pihak dokter juga menemukan ada flek di paru-paru Rasmadi.
“Pak Rusmadi ternyata memiliki flek di paru-paru. Jadi dokter harus mengdiagnosa lebih dalam,” jelasnya.
Terkait insiden tersebut, Encep mengaku akan melakukan sejumlah evaluasi. Salah satunya akan memilih sopir lebih selektif, serta memperketat perawatan mobil tangki.
“Mobil tangki milik kami memang relatif masih muda. Tapi kalau terus-terusan dibawa ke medan berat, pastinya akan ada efeknya. Nanti kami akan komunikasi dengan Pemkot Cilegon, terkait kondisi kendaraan tangki PDAM,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh mengatakan, pihaknya bersama PT PDAM CM tetap berupaya mendistribusikan bantuan air bersih. Beberapa lokasi yang kesulitan air bersih di Cilegon seperti Tembulun, Cipala, Ciporong, Gunung Batur, dan Batu Lawang, medan jalannya memang membahayakan. “Semua lokasi yang kesulitan air itu medannya terjal, makanya kami meminta pengemudi waspada. Tanjakan terjal dan jalan sempit,” ucapnya. (Ully/Red)

