SERANG, SSC – Usai kejadian tsunami yang terjadi belum lama ini, tingkat hunian puluhan hotel di kawasan Anyer, Serang, Banten, anjlok. Hal ini dikarenakan adanya imbauan dan intruksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang meminta masyarakat untuk menghindar dari pantai.
Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Banten Ahmad Sari Alam mengaku, dengan kejadian bencana tsunami ini, okupensi hotel di Anyer dan sekitarnya pada malam pergantian tahun sepi hunian.
“Karena itu intruksi yang harus ditaati dan kita juga bentuk keprihatinan untuk para korban bencana, operasi hotel saat ini terhenti,” kata Sari Alam saat terkonfirmasi,” Senin (31/12/2018)
Menurut Sari Alam, kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, masa tanggap bencana yang mulai dicatat 14 hari setelah bencana atau 7 Januari 2019 mendatang sudah dapat kembali normal.
“Kalau di malam tahun baru ini memang okupensi nol. Mudah-mudahkan setelah masa tanggap bencana sudah dicabut sama Pemprov Banten selama 14 hari setelah bencana, semua dapat kembali normal seperti biasanya,” ujarnya.
Sebagai bukti keperdulian dengan sesama masyarakat yang terkena musibah, Ia menambahkan, pada malam ini, PHRI dari Jabar menyerahkan bantuan kepada para korban yang diserahkan ke posko Hotel Patrajasa.
“Kita berharap bantuan dari teman-teman hotel ini bisa bermanfaat unruk saudara-saudara kita yang terkena musibah tsunami di Banten dan Selat Sunda,” pungkasnya. (Ully/Red)

