Pengamanan KSKP Merak terhadap penumpang yang akan masuk di Pelabuhan Merak, Cilegon (Foto Dok)

CILEGON, SSC – Paska insiden bom bunuh diri yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur, Eskalasi pengamanan di setiap daerah ditingkatkan, tak terkecuali juga di Kota Cilegon. Pintu Masuk di Pulau Jawa bagian barat yang menjadi obyek vital tepatnya di Pelabuhan Merak dijaga ketat.

Pantauan di lapangan, petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KP) Merak melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan menyeberang di Pelabuhan Merak.  Petugas memeriksa barang – barang bawaan sebelum masuk kedalam pelabuhan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Merak, AKP Salahudin mengatakan, upaya yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi aksi teror dari rentetan kejadian bom di beberapa tempat di Surabaya, kemarin. Sesuai instruksi Pimpinan, kondisi Pelabuhan Merak harus dinyatakan aman dan kondusif.

“Memang sesuai atensi pimpinan, setiap kantor polisi, obyek vital yang ada diwilayah hukum masing-masing, kita melakukan pengamanan secara ekstra ketat. Dalam rangka mengantisipasi aksi teror dan meyakinan kepada masyarakat bahwa situasi aman serta kondusif,” tututrnya disela-sela pemeriksaan, Senin (14/5/2018).

Untuk mengantisipasi itu, Kata Kapolsek, petugas memeriksa barang-barang bawaan penumpang yang dianggap mencurigakan.

“Terutama yang membawa barang-barang dalam tas, atau dalam kantongan yang dicurigai. Kita mengatur jarak, saat melakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Dengan begitu, situasi di Pelabuhan Merak steril dan terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan. Penyeberangan penumpang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni, dinyatakan kondusif.

“Sebelum masuk pelabuhan, kita berusaha untuk periksa barang bawaan penumpang. Ketika masuk pelabuhan sudah posisi steril dan aman,” tegasnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here