20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaEkonomiPedagang di Pasar Blok F Beralih Jualan Dengan Sistem Online

Pedagang di Pasar Blok F Beralih Jualan Dengan Sistem Online

-

CILEGON, SSC – Para pedagang di Pasar Blok F atau Pasar Kelapa tepatnya di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon akan beralih berjualan secara online.

Jualan online ini dilakukan sebab banyak pedagang yang mulai gulung tikar/bangkrut akibat pembeli khawatir datang ke pasar dan tertular virus corona.

Kepala UPT Pasar Blok F, E Dani Rachmat mengatakan program baru ini pertama kali dijalankan karena pemesanan melalui aplikasi Whatsapp dianggap sudah tidak efektif untuk pedagang. Selain melalui whatshapp, penjualan menggunakan website pun juga bekerjasama dengan sistem perbankan pun tak efektif.

“Kurang efektif aja kalau lewat aplikasi Whatsapp dan aplikasi website. Kenapa kami ingin beralih? Pertama, enggak semua pembeli memiliki handpone yang canggih dan memiliki website. Jadi, saya dan pedagang memutar otak untuk jualan dengan menggunakan sistem baru yakni melalui berbagai maketplace seperti bukalapak, sophie, tokopedia, lazada dan lain,” kata Dani kepada Selatsunda.com terkonfirmasi,” Minggu (13/12/2020).

Dani menjelaskan, penjualan melalui maketplace ini dikhususkan hanya untuk wilayah Kota Cilegon. Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa produk yang bisa dijual hingga seluruh Indonesia.

“Kalau ikan segar, daging sayur dan buah gak mungkin kita kirim hingga ke luar Kota Cilegon. Karena dikhawatirkan busuk di jalan. Jadi, kita prioritaskan hanya menjangkau wilayah Kota Cilegon saja. Masyarakat yang memiliki aplikasi online Lazada, Shoppe dan lainya bisa beli hasil jualan pedagang asalkan wilayah masih di Kota Cilegon,” jelas Dani.

Ke depan para pedagang yang sudah membuka kios online kemudian akan terus didorong agar lebih dominan bersaing di pasar digital.

Tanti Novita (42) salah seorang pedagang di Pasar Blok F mengaku sebetulnya sudah mendengar tentang jualan online lewat marketplace. Sayang dia tidak faham bagaimana cara untuk mendaftar sebagai penjual. Padahal ia telah memiliki aplikasi pembeli.

“Di pasar ini pedagang ya tau lah jualan online. Tapi kami bingung cara mendaftarnya bagaimana. Karena saat saya mencoba itu banyak sekali pertanyaan, saya bingung.  Saya berharap dengan membuka toko online maka omset penjualan barang-barang home appliances bisa kembali naik dan memiliki pelanggan-pelanggan baru di sekitar Kota Padang dengan sistem cash on delivery (COD),” pungkasnya. (Ully)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2