CILEGON, SSC – Instruksi Walikota Cilegon, Helldy Agustian yang meminta anak buahnya mengurus penataan Pasar Kranggot nampaknya belum sepenuhnya berjalan maksimal. Dari target pedagang emprakan yang berjualan di bahu jalan direlokasi ke hanggar pasar yang semestinya diselesaikan, Senin (22/3/2021), Kemarin malah belum terealisasi.
Hal ini dilihat langsung oleh Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta saat pagi tadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kranggot.
Sanuji saat sidak hanya didampingi oleh pihak Kepala UPTD Pasar Kranggot Aceng Syarifudin dan beberapa pegawai Dishub Kota Cilegon. Tidak terlihat pejabat Disperindag di lokasi.
Orang nomor dua di Kota Cilegon ini dibuat geram oleh kinerja anak buahnya yang belum bisa sepenuhnya merelokasi pedagang emprakan bahu jalan ke dalam hanggar. Dilokasi saat dia sidak, hanggar terlihat kosong.
“Harusnya targetnya kemarin, Senin (22/3/2021) semua hanggar terisi oleh pedagang. Ini kenapa tidak dilakukan? Apalagi hanggar ini, sudah banyak keluhan dari pedagang untuk dibenarkan. Kenapa tidak tidak dilakukan? Kalau UPTD dan pasar tidak mampu bongkar sendiri, apa perlu pemerintah yang bongkar? Saya minta Pak Aceng paling tanggung jawab dalam hal ini,” ketus Sanuji saat melakukan sidak di Pasar Kranggot, Selasa (23/3/2021).
Semestinya, kata Sanuji, OPD yang berkewenangan mengurus pasar dapat merespon cepat perintah atasan. Jangan sampai, kepala daerah yang terus menerus turun mengurus hal teknis seperti masalah yang terjadi di Pasar Kranggot.
“Harus bisa menerjemahkan itu dan teman-teman OPD harus bergerak cepat jangan hal-hal teknis masih saja wali kota dan wakilnya,” ungkapnya.
Ia mendesak agar UPTD Pasar Kranggot dan Disperindag berkewenangan langsung mengurus Pasar Kranggot segera merealisasikan instruksi kepala daerah. Salah satunya melakukan renovasi hanggar.
Mantan Anggota DPRD Banten ini juga menyinggung, petugas kebersihan pasar lebih aktif lagi dalam mengangkut sampah.
Hal utama terkait proses pemindahan pedagang juga disinggung Sanuji. Dia meminta proses relokasi itu nantinya dilakukan tanpa paksaan. “Harus dengan pendekatan preventif ga boleh ada yang dizalimi, disakiti, dan dirugikan,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Disperindag Kota Cilegon, Bayu Pratanagama tak menampik, pemindahan para pedagang ke hanggar tidak sesuai dengan target yang diharapkan walikota dan wakil walikota Cilegon pada hari ini, Selasa (23/3/2021).
“Memang kami tak menampik apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta masih banyak ditemukan pedagang masih berada di bahu jalan,” ujarnya.
Disinggung tentang keinginan pedagang untuk diberikan kelonggaran hingga akhir bulan puasa, ia menyerahkan keputusan tersebut kepada Kepala Disperindag, Abadiah.
“Yang bisa memberikan keputusan ada di Ibu Kadis (Abadiyah). Tapi kami berjanji, hari ini semua pedagang sudah tidak berjualan lagi di bahu jalan dan sudah menempati hanggar yang sudah ada,”’pungkasnya. (Ully/Red)

