Suasana pedagang berjualan di akses jalan KS saat Car Free Day. Foto Ist

CILEGON, SSC – Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon) menolak secara tegas rencana PT Krakatau Steel (KS) mengusur seluruh pedagang yang berjualan di area Car Free Day (CFD). Penolakan ini menyusul adanya rencana dari perusahaan BUMN ini membangun gerbang satu pintu tepat di area CFD yang biasa digunakan pedagang.

Ketua Pawon, Asep Rahmatullah mengatakan, pembangunan gerbang yang dilakukan KS dengan menggusur para pedagang sangatlah tidak manusiawi. Menurutnya, rencana pembangunan itu telah menyakiti hati para pedagang. Bahkan hal itu justru dianggap malah memicu ketidakharmonisan hubungan antara pedagang dengan KS yang selama ini telah dijalin.

Diketahui, rencana pembangunan gerbang satu pintu dari Samang Raya, Madani hingga Tegal Padang dengan anggaran Rp 3,7 miliar in dilakukan KS untuk membuka akses jalan langsung untuk rumah para direksi. Selain itu, Keberadaan pedagang di CFD dianggap telah mengganggu karena akses jalan menuju Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) tidak dapat dilewati. Dengan alasan itu, pedagang CFD akan digusur dan di relokasi ke Alun-Alun Cilegon.

“Dari pihak KS, anggaran untuk pembangunan gerbang utama ini sudah ada. Jadi, tahun ini seluruh pedagang di CFD harus kosong. Sehingga 2019, pembangunan bisa berlangsung. Jika, hal ini tetap dilakukan oleh pihak KS dengan mengusur kami, justru pihak KS menimbulkan masalah baru ke para pedagang,” kata Asep dikonfirmasi Selatsunda.com, Rabu (17/10/2018).

KS, kata Asep, semestinya mencari solusi lain bukan malah membuat masalah baru. Ia khawatir, pengusuran ini justru memicu gesekan baru bagi para pedagang.

Tidak hanya Pawon, Rencana pengusuran ini  juga ditolak dari sejumlah elemen masyarakat di Cilegon baik dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Himpunan Perguruan Pendekar Banten (HPPB)  Cilegon.

“Kalau ada masalah, masalah itu yang harus dicari solusinya. Bukan justru menambah masalah baru. Bagi saya, dengan pengusuran ini, justru pihak KS menambah masalah baru. Bila, tanggapan kami ini tidak di respon baik oleh pihak KS, kami (Pawon) serta (IPSI) dan HPPB Kota Cilegon akan mengepung kantor PT Krakatau Steel,” ujarnya.

“Sekali lagi, kami menolak rencana pengusuran ini. Jangan sampai, hubungan harmonis antara pedagang dan PT KS buruk dengan rencana tersebut,” papar Asep.

Sementara, Pengelola CFD, Andrianto selaku perwakilan HPPB juga menolak rencana pengurusan itu. Bilamana tetap dilaksanakan, pihaknya mengancam akan mengerahkan ribuan pendekar untuk mengusir seluruh direksi dari Cilegon.

“Jika tanggapan kami ini tidak diindahkan oleh pihak KS, kami (HPPB,red) akan mengusir dereksi PT KS yang baru,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Humas PT KS, Vicky M Rosyad menyatakan, KS bersama Pawon dan HPPB telah berkominikasi untuk membahas hal tersebut, dua pekan lalu. Ia memohon agar seluruh pihak menjaga kondusifitas.

“Dua minggu lalu lah kita (PT KS,red) telah bertemu dengan pedagang CFD. Dan semestinya, KS dan masyarakat harus bisa saling bersinergi. Dan bagaimana pun, semua masyarakat Cilegon musti menjaga kondusifitas dan kenyamanan,” ujar Vicky.

Lebih jauh menurut Vicky, rencana pemindahan pedagang CFD ke alun-alun semestinya didukung oleh Pemkot Cilegon.

“Kalau ada wacana ini, Pemkot Cilegon harus mendukung. Supaya bisa menjaga kondusifitas lingkungan. Sehingga kedepan, kedua belah pihak bisa sama-sama menikmati ini,” tutup Vicky. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here