CILEGON, SSC – Sejak semalam hingga Hari ini, Kamis (10/2/2022), Pelabuhan Merak, Kota Cilegon diterjang cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut membuat kapal sulit sandar dan mengakibatkan kendaraan penumpang menggular hingga keluar pelabuhan.
Pantauan Selatsunda.com dilokasi, kendaraan di Pelabuhan Merak terlihat menumpuk di kantong-kantong parkir dermaga. Antrean juga terjadi hingga keluar Pelabuhan.
Salah satu kondektur truk, Hendri mengaku telah mengantre masuk pelabuhan sejak dini hari. Hingga pukul 12.30 WIB meski sudah berada di kantong parkir Dermaga Eksekutif, dirinya belum bisa naik ke atas kapal dan masih mengantre.
“Saya dari Brebes mau ke Medan, bawa bawang merah, Saya ngantre dari jam 03.00 WIB pagi tadi. Sampai sekarang jam 12.30 WIB belum naik kapal,” ujarnya.
Ia mengaku, kondisi tersebut terjadi karena Pelabuhan Merak dilanda cuaca buruk. Ia belum bisa memperkirakan berapa hari dapat sampai di Kota Medan, tempat tujuannya membawa barang. Tapi jika cuaca normal biasanya sejak berangkat dari Pelabuhan Merak dan tiba di Medan membutuhkan waktu tiga hari.
“Seharusnya hari Sabtu pagi sudah sampai di Medan di Pasar Siantar. Enggak tahu kalau cuacanya kayak begini. Kita sih maklumin karena cuacanya sedang seperti ini. Biasanya tiga hari nyampe Medan,” tuturnya.
Hal yang sama diungkapkan sopir truk lainnya, Khoirul. Ia mengaku sudah mengantre sejak pukul 04.00 WIB dan masih menunggu naik ke atas kapal. Ia berharap, muatan buah naga yang dibawanya dari Banyuwangi dapat sampai ke Palembang tepat waktunya.
“Saya harap supaya cepat normal, dan tidak terhambat,” terangnya.
Sementara, General Manajer PT ASDP Cabang Merak, Hasan Lessy mengakui, beberapa hari terakhir Pelabuhan Merak dilanda cuaca ekstrem. Akibat peristiwa alam itu, kapal mengalami sulit sandar dan bongkar muat tidak berjalan normal.
“Dalam hal ini kita bisa lihat sama-sama dan menyaksikan dibelakang saya, atau disamping kiri saya cuaca dan kondisi seperti ini. Sehingga kapal juga sandar dan bongkar muat tidak normal akibat dari cuaca. Ini sudah berjalan beberapa hari, mulai dari hari Selasa malam sampai dengan saat ini cuaca masih buruk,” terangnya.
Ia menyatakan, kondisi cuaca dari informasi BMKG di Selat Sunda Bagian Utara dalam keadaan peringatan dini. Gelombang yang melanda Pelabuhan Merak dengan ketinggian mulai 1,5 meter hingga 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin dari 20 sampai 30 knot per jam.
ASDP Merak dalam mengantisipasi antrean telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten. BPTD Banten untuk mengurai antrean, kata Lessy, akan menambah jumlah kapal dengan mengoperasikan 25 kapal.
“Terhadap antrean yang ada, kami sudah koordinasi dengan BPTD untuk menambah kapal. Tadi di jadwalkan 20 kapal, saat melihat kondisi antrean masih panjang maka ditambah 5 kapal lagi menjadi 25 kapal,” pungkasnya. (Ronald/Red)

