20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPemerintahanPembangkit USC Jawa 9 & 10 Suralaya Dioperasikan, Komit Dukung Transisi NZE...

Pembangkit USC Jawa 9 & 10 Suralaya Dioperasikan, Komit Dukung Transisi NZE Perkuat Pasokan Listrik Jawa-Bali

-

CILEGON, SSC – Pengoperasian Pembangkit Ultra Super Critical (USC) Jawa 9 & 10 yang berlokasi di Suralaya, Kota Cilegon sudah mulai dilakukan. Saat pengoperasian memasuki tahap operasi komersial dan normalísasi sistem. Proyek strategis nasional ini merupakan proyek energi salah satu pembangkit USC paling modern di Asia Tenggara.

Diketahui, Pembangkit USC Jawa 9 & 10 dikembangkan oleh PT Indo Raya Tenaga (IRT). Pembangkit USC ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya dalam menopang sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Dengan kapasitas total 2 x 1.000 megawatt (MW), pembangkit iní akan menambah daya listrik yang stabil dan andal bagi pelaku usaha, kawasan industri, dan masyarakat luas di Pulau Jawa, termasuk wilayah metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya.

Saat ini di awal tahap awal operasi, Jawa 9 & 10 tengah memasuki fase normalisasi, di mana seluruh sistem pembangkit dan jaringan kelistrikan diuji untuk mencapai performa optimal.

“Fase ini merupakan bagian dari prosedur penting agar seluruh unit dapat beroperasi dengan aman, efisien, dan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. Mohon kami didoakan juga, agar semua berjalan lancar sebagaimana dirancangkan,” ujar General Manager Pembangkit USC Jawa 9 &10 Steve Adrianto di Suralaya, Kamis (08/10/2025).

Dari sisi teknologi, kata Steve Adrianto, Jawa 9 & 10 merupakan pembangkit USC dan menjadi pionir, satu-satunya di Indonesia yang telah menggunakan Selective Catalytic Reduction (SCR) sebagai alat proses pengendali NOx pada boiler USC. Kemudian juga mendukung transisi energi ke net zero emission. Selain itu, pembangkit ini juga dilengkapi sistem Flue Gas Desulfurization (FGD) diterapkan untuk mengurangi emisi sulfur dioksida, sementara Electrostatic Precipitator (ESP) berfungsi menyaring partikel halus dari gas buang agar tidak mencemari udara.

Kombinasi teknologi maju ini menjadikan Jawa 9 & 10 sebagai pembangkit berskala Gigawat paling modern di Indonesia yang mengadopsi teknologi terkini dengan tingkat efisiensi tinggi dan emisi rendah, sejalan dengan komítmen pemerintah untuk meningkatkan standar lingkungan dalam sektor energi. Selain itu, PT Indo Raya Tenaga, dalam usahanya, juga menerapkan berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar.

Selain berperan meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, IRT juga membuktikan komítmennya dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang unggul, disiplin, dan konsisten selama proses konstruksi. Salah satunya adalah dengan mencatat 62 juta jam kerja, tanpa adanya kecelakaan kerja sampal tahapan selesainya konstruksi. “Kita berharap upaya ini tetap berlanjut dalam tahapan operasionalnya, “kata Steve Adrianto. (Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2