20.1 C
New York
Sabtu, April 18, 2026
BerandaPemerintahanPemberian Modal UMKM lewat BJB, Helldy-Sanuji Prioritaskan Pemegang KCS

Pemberian Modal UMKM lewat BJB, Helldy-Sanuji Prioritaskan Pemegang KCS

-

CILEGON, SSC – Pemberian bantuan modal usaha dengan bunga 0 persen kepada pelaku UMKM lewat manfaat Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) akan segera direalisasi. Pada Rabu, (16/6/2021), Pemerintah Kota Cilegon melaksanakan penandatanganan adendum kerja sama pembiayaan pinjaman UMKM dengan Bank BJB di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon, Rabu (16/6/2020).

Untuk diketahui, program bantuan UMKM masuk dalam 1 dari 4 manfaat dalam KCS kala program pada kartu itu dikampanyekan oleh Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta saat Pilkada 2020 lalu.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyatakan, pemberian bantuan modal UMKM akan diprioritaskan kepada warga yang memegang KCS dan terdata dalam formulir. Untuk yang belum terdata, orang nomor satu di Cilegon ini berkeinginan bisa terealisasikan pada 2022 mendatang.

“Untuk sementara kita dahulukan yang punya KCS. Yang belum, tahun 2022, insya Allah semua kita data,” ujarnya usai penandatanganan.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian didampingi Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta menunjukan KCS usai penandatanganan adendum dengan BJB

Ia menyebut, program bantuan modal seperti yang tertuang pada KCS diberikan bertahap hingga Rp 25 juta. Artinya, bantuan modal usaha kepada pemegang kartu diberikan per tahunnya maksimal Rp 5 juta. Namun nantinya besaran bantuan tersebut akan ditentukan oleh BJB setelah diverifikasi.

“Maksimal 5 juta per tahun nanti yang menentukan dari BJB berdasarkan hasil penilaian usahanya dari BJB. Makanya bunga kita berikan 0 persen,” bebernya.

Ditanya berapa jumlah pemegang KCS yang telah terdata, Helldy menyatakan, totalnya akan diketahui setelah pemegang KCS yang memilih manfaat UMKM diverifikasi ulang oleh Dinas Koperasi dan UMK dan BJB.

“Tergantung masyarakatnya. Kita umumkan nanti, (setelah) ada permohonannya, berapa banyak yang pegang . Makanya ini pendataan ulang, takutnya ada yang pindah meninggal dan lain-lain,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Cilegon, Tatang Muftadi menambahkan, pihaknya di setiap kelurahan menempatkan seorang pendamping UMKM
untuk melakukan pendataan ulang pemegang KCS yang mengajukan permohonan bantuan modal usaha. Dari permohonan yang telah terdata akan diverifikasi oleh pihaknya dan BJB.

Ia menyebutkan, pemberian bantuan modal pinjaman dikerjasamakan dengan BJB meliputi 3 program yakni mulai dari perintisan, penguatan dan pengembangan. Dalam kerja sama itu juga pelaku UMKM menerima dua manfaat. Yakni selain modal usaha juga mendapatkan pelatihan.

“Jadi manfaatnya bukan modal saja, tetapi BJB juga nanti memberikan pelatihan.
Pelatihan itu bagaimana meningkatkan kualitas UMK, baik administrasi, pemasaran dan kualitas produk usahanya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank BJB Kota Cilegon, Hartami menerangkan, besaran pemberian bantuan modal usaha dengan bunga 0 persen akan ditentukan berdasarkan survei dan verifikasi. Yang pasti, bantuan modal telah disepakati akan dikucurkan maksimal per tahun Rp 5 juta.

“(Besaran pinjaman yang disetujui) Nanti disesuaikan, maksimal Rp 5 juta pertahun,” paparnya.

Hartami menyebut, pihaknya tidak melihat sisi keuntungan dari kerja sama pembiayaan yang dijalin. Akan tetapi, BJB melihat program bantuan modal pinjaman bunga 0 persen yang digaungkan Helldy-Sanuji harus didukung karena bertujuan untuk membantu membangkitkan ekonomi Cilegon.

“BJB kan sebagai Mitra dan merupakan adalah salah satu pemegang sahamnya dari pemerintah. Sewajarnya BJB membantu pemerintah untuk mendukung penggerakan ekonomi,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen