CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelontorkan anggaran sebesar Rp 30 miliar yang berasal Dari APBD 2021 mendatang untuk membeli lahan milik PT Krakatau Steel (KS). Pembayaran ini nantinya akan dilakukan secara dicicil.

Dana ini dipergunakan untuk membeli lahan pemerintah untuk membayar lahan yang saat ini digunakan oleh Pemkot Cilegon sebagai kantor Walikota Cilegon.

Walikota Cilegon Edi Ariadi menjelaskan, selama empat tahun, Pemkot Cilegon akan membayar cicilan ke PT KS untuk membayar lahan yang saat ini digunakan untuk Kantor Walikota Cilegon. Besaran anggaran ini sudah ditentukan oleh tim appraisal.

“Mislanya, kalau totalnya Rp 120 miliar berarti selam 4 tahun kita cicil pembayaranya. 1 kali cicilan senilai Rp 30 miliar,” kata Edi kepada awak media ditemui usai rapat paripurna dalam rangka persetujuan penetapan raperda menjadi perda tentang APBD kota Cilegon 2020, penetapan perubahan propemperda tahun 2020, pembahasan propemperda 2021 dan penyampaian raperda penabggulangan pandemi covid-19 dan pengumuman masa reses pertama 2020, Senin (30/11/2020).

Edi menjelaskan, bila tim klausul ikut andil besar dalam persoalan PT KS dalam pengelolaan Pelabuhan Warnasari. Meski demikian, Edi meminta agar pembayaran transaksi antara lahan dan kerjasama pengelolaan Pelabuhan Warnasari dilakukan secara terpisah.

“Saya gak mau ini dihitung dengan penyertaan modal sama PCM, terpisah saja, dia setujui, ini beli lepas saja,” ujar Edi.

Menurut Edi, dimungkinkan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cilegon akan melakukan kerjasama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) selaku anak perusahaan PT KS.

“Nanti joint corporation antarai PCM dan KBS, tapi soal saham kita lebih tinggi, harus 59/41 kepemilikan sahamnya,” pungkasnya. (Ully/Red)