Walikota Cilegon, Edi Ariadi memberikan sertifikat tanah yang dihibahkan ke Kejari Cilegon, Rabu (22/7/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon mendapatkan hibah tanah 3.600 meter persegi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Hibah tanah ini diserahkan saat Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon, Rabu (22/7/2020).

Walikota Cilegon Edi Ariadi menyatakan, hibah tanah diberikan kepada Kejari untuk dibangun kantor baru.

“Iyah biar gak ke sana ke sini. Kalau untuk pekerjaanya nanti, lagi direncanakan sama bu Kejari Cilegon,” ungkapnya.

Edi menambahkan, lahan tanah untuk pembangunan kantor Kerjari baru akan dibangun di di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang. Tepatnya tak jauh dari Dinas Penanaman Modal Satu Pintu (DPMPTSP).

“Iyah dekat-dekat situ lokasinya,” ujar Edi.

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

Meski Pemkot memberikan hibah tanah untuk Kejari, pihaknya tetap mendukung langlah kejari menegakkan hukum di Cilegon.

“Yah enggak lah. Silahkan Kejari melakukan apapun,” ungkapnya.

Sementara, Kajari Kota Cilegon Andi Minarwati mengatakan, hibah tanah yang diberikan Pemkot Cilegon ini merupakan tindaklanjut pembicaraan Walikota dengan pimpinan Kejagung, beberap bulan lalu.

“Hasil pembicaraan dari Pak Walikota (Edi Ariadi). Pemkot Cilegon hanya memberikan hibah tanah bukan bangunan. Kemungkinan kedepan dari Kejaksaan akan berusaha membangun sendiri dari hasil hibah milik Kejari Cilegon,” ucapnya.

Menurut Kajari, adanya hibah tersebut karena Kantor Kejari yang berada di JLS tidak strategis. Begitu juga sistem keamanan dan bentuk bangunan dekat dengan jalan tidak representatif. Oleh sebab itu, pihaknya meminta lahan di dekat DPMPTSP bisa dijadikan kantor baru Kejari.

Baca juga  Dinas Sosial Kota Serang Kebingungan Tangani Orang Gila

Mengenai pemberian hibah akan mempengaruhi kinerja, Kajari menepisnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap independen dalam hal penegakkan hukum.

“Meski diberikan hibah tanah dari Pemkot, kami (Kejari Cilegon) tidak pandang bulu dalam penindakan kasus dan penyelidikan yang terjadi di Pemkot Cilegon. Dan tidak mempengaruhi kami juga dalam penanagan perkara dan penyelidikan apapun,” tegasnya.

Sejauh ini, Kejari tengah menangani kasus JLS. Tidak menutup kemungkinan akan ada kasus baru yang ditangani.

“Sejauh ini baru kasus JLS (Jalan Lingkar Selatan) yang sudah. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada kasus yang sudah kita selidiki untuk naik kasus,” paparnya. (Ully/Red)