20.1 C
New York
Minggu, September 6, 2026
BerandaPeristiwaPemkot Cilegon-KS Teken Mou, PCM Sepakat Jalin Pelabuhan Warnasari Terintegrasi Kawasan Industri

Pemkot Cilegon-KS Teken Mou, PCM Sepakat Jalin Pelabuhan Warnasari Terintegrasi Kawasan Industri

-

CILEGON, SSC – Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cilegon menjalin nota kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Krakatau Steel (KS) pada Maret 2022 lalu. Salah satunya terkait rencana kerja sama stategis dalam membangun Pelabuhan Warnasari.

Direktur PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Muhammad Willy mengatakan, MoU yang dijalin PCM dengan KS terkait rencana kerja sama mewujudkan pembangunan Pelabuhan Warnasari. Pada rencana itu, Pelabuhan Warnasari akan terintegrasi dengan kawasan industri KS. Ia menyatakan menindaklanjuti MoU sejumlah pihak baik dari PCM, KS dan grup akan membentuk tim kerja. Tim akan membahas konsep secara bersama-sama.

“Memang waktu itu, kita dengan KS kan ada MOU. Itu intinya buat kerja sama kawasan industri. Ada dari KS dan anak perusahaan, ada Pemda juga. Kita bentuk tim kerja. Intinya ada kolaborasi. Kolaborasi ini membahas rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari,” ujarnya, Minggu (17/4/2022).

Willy mengungkapkan, Mou PCM dengan KS terjalin karena kedua pihak memiliki persepsi/pandangan yang sama dalam mengembangkan bisnis kepelabuhanan. PCM, kata Willy, perlu menjalin kerja sama itu karena tidak mungkin bisa membangun Pelabuhan Warnasari sendirian.

“Memang kita perlu membangun Pelabuhan Warnasari, untuk mewujudkan itu, PCM tidak bisa sendirian.  Disisi lain, kita melihat KS juga ingin berkembang. Kan Krakatau Bandar Samudra ingin bangun Krakatau International Port. Sehingga bisa dikawinkan. Kan kita hidup tidak sendirian. Kita kuat disini, lemah disana. Jadi kita saling bekerjasama. Dalam bisnis, itu hal biasa,” terangnya.

Willy menerangkan, PCM seiring berjalannya rencana kerja sama dengan KS saat ini tengah menjajaki komunikasi dengan calon investor yang berminat membangun Pelabuhan Warnasari. Menurutnya dalam membangun Pelabuhan Warnasari harus menggandeng investor. Karena dalam membangun Pelabuhan perlu suntikan investasi yang besar.

“Memang untuk membangun Pelabuhan Warnasari butuh investor, karena bangun pelabuhan triliunan. Jadi kalau berbisnis itu perlu banyak skema, tidak mungkin kita kuat segala bidang,” terangnya.

PCM, kata Willy, saat ini sudah mulai menjajaki sejumlah calon investor dari luar negeri. Ia telah berkomunikasi dengan beberapa calon investor yang potensial dari beberapa negara.

“Saya secara non formal, saya sudah menghubungi beberapa pihak dari kapasitas saya sebagai Dirut PCM. Ada beberapa, bukan satu saja (calon investor) yang berkomunikasi tapi lebih dari itu. Dari Cina ada, dari Inggris juga ada. Kalau yang menyatakan minat banyak. Dari Korea ada dari Jepang juga banyak,” jelasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2