20.1 C
New York
Sabtu, Juni 27, 2026
BerandaPeristiwaPemkot Cilegon Kucurkan Anggarkan Rp 78 Miliar Untuk Penanganan Stunting 2024

Pemkot Cilegon Kucurkan Anggarkan Rp 78 Miliar Untuk Penanganan Stunting 2024

-

CILEGON, SSC – Pada 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengalokasikan anggaran untuk penanganan kasus stunting hingga Rp 78.883.404.265. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappedalitbang Wilastri Rahayu, Kamis (25/7/2024).

Kepala Bappedalitbang Wilastri Rahayu mengatakan anggaran penanganan stunting sebesar Rp 78 miliar ini bersumber dari APBD Kota Cilegon sebesar Rp 76.196.949.447, APBN sebesar Rp 2.266.454.818 dan DAK Non Fisik sebesar Rp 420.000.000.

Ia merinci total anggaran Rp 78 miliar ini disebar ke beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Cilegon. Untuk Bappedalitbangda sebesar Rp 65.509.000,  DP3AP2KB sebesar Rp 14.539.430.402, Dinas Kesehatan Rp 38.974.876.995, Dinas Ketahanan Pangan Rp 656.446.006, Dinas Kominfo Rp 174.085.100.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan Rp 12.083.222.395, Dinas PUTR Rp 6.083.183.168, Dinas Sosial Rp 3.763.631.200 dan lainya Rp 2.490.000.000

“APBD menjadi sumber dana terbesar untuk program percepatan penurunan stunting, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah ini,” kata Wilastri dalam sambutanya pada acara rembuk stunting bersama yang berlangsung di Kantor Bappelitbang Kota Cilegon,” ujarnya.

Alokasi anggaran yang disiapkan ini oleh Pemkot Cilegon,  kata Wilastri, menunjukan keseriusan pemerintah dalam menekan angka stunting. Salah satu upaya yang dilakukan, mulai dari perbaikan gizi, sanitasi, dan akses layanan kesehatan.

“Keberadaan anggaran ini diharapkan dapat terjadi penurunan signifikan kasus stunting di Kota Cilegon,” tambahnya.

Sementara Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin menyampaikan, dengan melakukan rembuk bersama, Pemkot Cilegon menyusun langkah dalam penanganan stunting. Sehingga bisa terkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua aspek stakeholder yang ada di Kota Cilegon.

“Termasuk para pelakunya juga untuk sama-sama mendukung dalam mengentaskan stunting untuk terus ditekan,” ujarnya.

Maman menyebut, hingga Juni 2024 tercatat masih ada 850 anak di Cilegon masih mengalami stunting. Sedangkan, berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat Kota Cilegon (E-PPGBM) angka prevalensi stunting di Kota Cilegon per Februari 2024 berada di 2.87 persen.

“Sementara berdasarkan data baru yang diterbitkan kementrian kesehatan Indonesia yaitu survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting di Kota Cilegon berada di 22 persen,” tuturnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2