
CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon meminta agar industri di wilayah Kecamatan Ciwandan dapat turun membantu pemerintah mengendalikan banjir di wilayahnya. Hal ini disampaikan Plt Asisten Daerah (Asda) II Kota Cilegon, Aziz Setia Ade usai Pemkot melakukan rapat pengendalian banjir Ciwandan bersama industri dan stakeholder lain di Pemkot Cilegon, Senin (1/12/2025).
Aziz mengatakan, pihaknya melakukan rapat tersebut merespon kejadian banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Ciwandan, beberapa waktu lalu. Dalam rapat itu, ditetapkan 6 titik lokasi yang terdampak banjir.
“Kita inventarisir ada 6 titik banjir, di Gambiran, Panauan, di belakang Koramil, di depan (Pabrik) Sankyu, stasiun Cigading dan pertigaan JLS. Itu enam titik yang bahasan hari ini terkait dengan banjir di Ciwandan,” ujar Aziz.
Aziz membeberkan penyebab banjir di enam lokasi tersebut. Pertama, banjir terjadi karena drainase tersumbat oleh sedimentasi. Kemudian drainase di lokasi juga tergolong kecil sehingga debit air hujan meluap.
“Penyebabnya ada beberapa masalah, terjadinya sedimentasi saluran. Kemudian adanya asaluran yang kecil atau sempat yang melewati jalanan naional atau kereta api,” ucapnya.
“Kemudian ada juga, sampah-sampah. Karena saat banjir itu, saluran tertutup sampah. Makanya masyarakat disiplin agar membuang sampah di tempat sampah atau TPS,” sambungnya.
Khusus di Lingkungan Panauan, kata Aziz, banjir terjadi karena air tidak dapat tersalurkan dengan baik akibat terhalang pagar PT Krakatau Steel. Untuk menangani itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI).
“Masukan Pak Camat Ciwandan (Agus Ariyadi), yang terhalang oleh pagar KS, itu diminta diberikan ruang agar air bisa tembus. Itu titiknya di Panauan, itu agar diberikan ruang agar mengalir,” paparnya.
“Jadi untuk solusinya, pagarnya yang kita lubangi,” sambung Aziz.
Kemudian ada juga, kata Aziz, banjir disebabkan akibat saluran tertutup bangunan liar pedagang di lahan industri. Untuk mengatasi itu, pihaknya telah berkordinasi dengan industri. Meminta agar pedagang yang mendirikan bangunan diatas saluran, direlokasi.
Aziz mengatakan, pengendalian banjir ini bukan saja menjadi tanggung jawab Pemkot namun juga industri. Kata dia, keterlibatan industri dibutuhkan dalam penanganan banjir tersebut. Rencananya, Besok, Selasa (2/12/2025), DPUPR dan PT KSI akan turun mengecek lokasi titik banjir.
Pihaknya menargetkan, langkah-langkah konkret pengendalian banjir tersebut sudah rampung di Desember. Agar potensi banjir dapat diminimalisir.
“Ini disesuaikan dengan kewenanganya. Karena drainase itu menjadi kewenangan Pemkot, itu kita yang akan normalisasi. Tetapi ada juga yang ke industri, KSI yang menormalisasi. Besok, KSI dan PU akan melakukan survei,” terangnya.
“Jadi semua berkontribusi mengendalikan banjir di Ciwandan melalui inaplast. Termasuk menyiapkan relokasi, mereka berkoordinasi dan saling support lah,” paparnya.
Sementara, Camat Ciwandan, Agus Ariyadi mengatakan, enam titik lokasi tersebut kerap menjadi langganan ketika terjadi bencana banjir. Khususnya di Panauan, jalan kerap tergenang karena aliran air terhambat akibat tertutup pagar KS.
Dengan adanya pemetaan titik banjir tersebut, kata Camat, itu adalah langkah stategis Pemkot mengendalikan banjir. Menurutnya, banjir harus segera diantisipasi karena Ciwandan adalah jalur industri.
“Kita ketahui bersama, ini jalur industri, investasi tetap berjalan jadi jangan sampai terganggu. Makanya kita mengambil langkah cepat untuk menangani permasalahan ini,” pungkasnya. (Ronald/Red)




