SERANG, SSC – Walikota Serang, Syafrudin mengakui, petugas yang mendata penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 masih terdapat banyak kelemahan.
Kelemahan itu, beber Syafrudin, ada diantara penerima yang tercatat dua kali dalam satu keluarga. Sementara warga yang terdampak malah tidak terdata.
Selain itu, kelemahan lainnya juga akibat kelalaian petugas di Tingkat Kelurahan, RT dan RW. Dikhawatirkan bila itu tidak diselesakan maka akan menjadi persolan baru sata pendistribusian nanti.
“Data ini banyak sekali kelemahanya, terutama RT RW yang mendata kurang akurat itu juga akan menimbulkan masalah, ada juga yang double, istrinya masuk, suaminya masuk. Ada juga orang kaya dimasukan pendataan ini, malah orang miskin yang berhak malah tidak tercatat. Itu juga ada,” ujarnya di Kantor Kecamatan Serang, Senin (27/4/2020).
Sejauh ini, kata dia, data calon penerima JPS telah diserahkan kepada Pemkot Serang melalui Dinas Sosial. Selanjutnya data tidak akan diverifikasi ulang saat pra penyaluran. Akan tetapi diverifikasi pada saat pembagian bantuan.
“Nanti kita crosscheck dan kita validasi kebawah ketika kita menyerahkan bantuan kita disitu. Karena penyerahan ini langsung, ini benar-benar nanti kita akan lihat dan akan kita nilai. Saya kira kalau kita validasi lagi inikan memerlukan waktu berminggu-minggu, makanya sambil jalan saja nanti penyerahanya sekaligus validasi,” terangnya.
Dari hasil pendataan di 6 kecamatan, Pemkot Serang telah mencatat sebanyak 81 ribu Kepala Keluarga yang merupakan korban dari adanya pandemi Covid-19.
“Datanya 81 ribu KK,” katanya.
Ia menuturkan, jumlah tersebut tidak sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemkot Serang tetapi bantuan juga akan dibantu oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provisi Banten.
“Bansos itu apa yang tadi saya sampaikan bahwa bantuan dari pusat itu 600 ribu rupiah sebanyak 16 ribu KK, dari provinsi 500 ribu rupiah sebanyak 16 ribu KK, kemudian Kota Serang 200 ribu rupiah akan tetapi jumlahnya 49 ribu KK. Dari pusat 3 bulan dan provinsi, kita 6 bulan,” tuturnya.
Syafrudin mengungkapkan, bantuan tersebut akan disalurkan dalam waktu dekat. Diperkirakan akan disalurkan pada pekan ini.
“Minggu ini. Insya Allah,” tungkasnya. (MG-01)

