Kondisi pemohon Kartu Kuning di Disnakertrans Kota Serang, Senin (8/6/2020). Foto Ajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pembuatan kartu kuning atau AK-1 di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Serang, membludak Senin (8/6/2020). Ratusan pemohon rela mengantre di loket untuk mendapatkan kartu kuning, syarat melamar pekerjaan.

Pantauan Selatsunda.com di Disnaker Kota Serang, terlihat pemohon kartu kuning mengantre sejak pagi tadi. Dilokasi tidak tampak pengaturan oleh petugas disnaker mengatur pemohon untuk tidak berkerumum dan jaga jarak.

Salah satu pemohon kartu kuning, Muawanah (19) mengaku, cukup khawatir terpapar Covid-19 saat mengajukan pembuatan kartu kuning di Disnakertrans. Menurutnya, kondisi di lokasi tidak sama sekali menerapkan protokol kesehatan. Pemohon satu dengan yang lain berjarak sangat dekat dan malah tidak menjaga jarak.

Baca juga  Perumda Cilegon Mandiri Bisnis Air Kemasan, Komisi III DPRD Cilegon Ingatkan Pelayanan Utama Jangan Terlupakan

“Yah takut kena aja kalau begini. Tapi mau bagaimana lagi, cukup mendesak sekali. Apalagi, kita butuh cepat untuk melamar kerja,” kata Muawanah kepada Selatsunda.com,” Senin (8/6/2020).

Menanggapi hal ini, Kepala Disnakertrans Kota Serang, Akhmad Banbela tak menampik pembuatan kartu kuning di Kota Serang cukup meningkat tajam dimasa penerapan new normal. Pemohon melonjak bertepatan dengan waktu kelulusan SMA (Sekolah Menenggah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

“Karena kebetulan bertepatan juga dengan kelulusan pelajar SMA/SMK jadi kondisinya seperti ini. Apalagi ada kebijakan pemerintah sudah mulai disampaikan sudah akan memasuki masa new normal,” kilahnya.

Peningkatan, kata dia, terjadi sejak Jumat (5/6/2020) kemarin. Pemohon kartu kuning meningkat jika dibandingkan sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri, lalu.

Baca juga  Bawaslu Cilegon Ungkap Data Orang Meninggal Rawan Terdaftar Jadi Pemilih

“Sebetulnya sudah 3 hari yang lalu sudah banyak yang mengajukan permohonan pembuatan kartu kuning. Waktu Ramadan dan Idul Fitri permohonan pembuatan kartu kuning hanya 5-6 orang dan hari ini mencapai 150 orang,” terangnya.

Banbela pun mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini, pihaknya akan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. “Mulai menyiapkan bilik disinfektan, disana juga ada alat westafel portable untuk cuci tangan,” pungkasnya. (MG-01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini