20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPemerintahanPemprov Banten Kaji Rencana Bangun Pelabuhan Laut Kronjo-Pulau Seribu

Pemprov Banten Kaji Rencana Bangun Pelabuhan Laut Kronjo-Pulau Seribu

-

SERANG, SSC – Dinas Perhubungan Provinsi Banten tengah melakukan kajian Studi Kelayakan Bisnis atau Feasibility Study (FS) atas rencana Pengembangan dan Pembangunan Pelabuhan Pengumpan Tronjo, Kabupaten Tangerang. Kajian tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya penyerahan aset pelabuhan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Rencananya pun pengembangan itu juga dilakukan terkait pengembangan Pelabuhan Laut dari Kronjo ke Pulau Seribu, DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan Banten, Tri Nurtopo, Kamis (7/11/2019) mengatakan, rencana pengembangan Pelabuhan Tronjo sampai saat ini baru sebatas kajian FS. Kajian dilakukan dengan melihat potensi yang bisa dikembangkan atas rencana penyerahan aset pelabuhan milik pusat ke daerah.

Mengenai kajian FS, kata dia, sampai saat ini pembahasan sudah dilakukan dengan berbagai pihak termasuk dengan Pemerintah DKI Jakarta kaitan rencana kedepan tentang trayek pelabuhan laut Tangerang-Pulau Seribu.

“Kemarin kan sudah dengan Pemerintah DKI Jakarta, waktu di Tangerang Selatan. Kita sudah libatkan Jakarta, melibatkan orang (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) pusat juga. Tapi pusat minta secara tertulis ke Dirjen Perhubungan Laut,” tandasnya.

Dia tidak menampik, rencana pengembangan Pelabuhan Kronjo itu nantinya akan terintegrasi dengan Program Pembangunan Pelabuhan Laut dari Tangerang ke Jakarta. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan titik lokasi trayek yang digunakan untuk pelabuhan laut karena saat ini Dishub baru membahas FS Pelabuhan Kronjo.

“Memang tujuannya kesitu (Trayek Pelabuhan Laut Tonjo-Pulau Seribu). Kan yang sekarang kan sudah banyak angkutannya, kita tinggal menyediakan fasilitasnya saja,” tuturnya.

“Cuman saya belum berani terkait titik, nanti kita diskusikan dulu. Yang sekarang ini kan ada (Pelabuhan) Kronjo, Cituis, Tanjung pasir, Tanjung kait. Saya belum bisa komen soal lokasinya, nanti diskusikan dengan Jakarta dahulu dengan kajian kami,” sambung dia.

Soal anggaran untuk pengembangan itu, Nurtopo juga belum bisa memperkirakannya. Pihaknya masih fokus mengkaji FS pengembangan pelabuhan laut tersebut.

“FS itu masih panjang, kalau sudah disetujui baru masterplan. Baru susun pembahasan lahan. Batu kemudian DED (Detail Enginieering Design). Untuk anggaran kami belum berani membicarakan itu,” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini