20.1 C
New York
Kamis, Mei 14, 2026
BerandaKesehatanPemukiman Padat Penduduk di Gerem Rawan Penularan Virus Corona

Pemukiman Padat Penduduk di Gerem Rawan Penularan Virus Corona

-

CILEGON, SSC – Kelurahan Gerem menjadi salah satu daerah yang banyak pemukiman penduduk baik rumah kontrakan dengan dihuni warga baru dan warga diluar Cilegon. Daerah inipun menjadi salah satu area yang rawan terhadap penyebaran covid-19 (virus corona).

Lurah Gerem Deni Yuliandi menyebut, satu lingkungan di Gerem yakni di Lingkungan Gerem Raya berpotensi penyebaran Covid-19. Karena lingkungan tersebut tergolong padat pemukiman penduduk.

“Tingkat kerawanannya cukup besar sekali dalam penularan Covid-19 ini. Apalagi banyak berdiri rumah bedeng maupun rumah kontrakan di lingkungan tersebut. Bisa dihitung ada 400 kk (kepala keluarga) lah yang bermukim. Semestinya cuman 200-250 KK tapi ini sudah overload lah. Maka itu, lingkungan Gerem Raya ini memang sangat rawan terhadap penularan virus corona,” katanya kepada Selatsunda.com di temui di kantornya, Jumat (17/4/2020).

Diakui Deni, warga diluar Kota Cilegon tersebut merupakan pendatang yang mencari kerja di Cilegon. Berbagai pendatang yang tinggal di Lingkungan Geram Raya berasal dari Kota Serang, Jakarta, Jawa dan berbagai daerah lain di luar Cilegon.

“Kalau dilihat dari data yang kita (kelurahan) miliki itu 50 persen warga Cilegon dan 50 persen warg luar Cilegon. Karena kondisi ini, kita pun terus berupaya memantau keberadaan warga luar Cilegon agar dapat memberikan rasa nyaman kepada warga Cilegon,” akunya.

Atas kondisi ini, lanjut mantan Lurah Kota Sari ini mengimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan tetap jaga jarak. Sehinga dengan perilaku hidup sehat dan jaga jarak ini mampu memutusrantai penyebaran pandemik covid-19 di Kota Cilegon khsusunya di wilayah Kelurahan Gerem.

Disinggung tentang akan ada arus mudik melintasi di wilayah Gerem, pihaknya akan memantaunya. Warga luar yang masuk ke wilayah Gerem akan di data.

“Jadi kalau ada warga yang datang dari luar kita hanya sekedar bertamu, nanti kita akan lakukan pendataan (menuju ke siapa, keperluan apa dan berapa lama mereka akan tinggal di sana? Adapun dari warga masyarakat yang luar kota datang, kami pun akan lakukan pendataan sehingga laporan pendataan kami ini bisa laporkan ke puskesmas setempat,” ucapnya.

Deni pun menjelaskan, pihaknya dengan kondisi tersebut akan membentuk Kampung Siaga covid-19 di Kelurahan Gerem. Dengan pembentukan kampung siaga covid-19 ini mampu memutus rantai pandemik virus corona yang telah menelan banyak pasien. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2