CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra menargetkan pemotongan kabel udara dari Arah PCI hingga ADB Kota Cilegon untuk segera rampung. Saat ini untuk penanaman kabel bawah tanah sudah mencapai 80 persen.
“Kalau dari mulai penggalian hingga pemasangan instalasi, progresnya sudah mencapai 80 persen. Tinggal tahap perapian dan eksekusi pemotongan kabel dari PCI hingga Kantor Walikota,” kata Aziz disela pemantauan di area Lampu Merah PCI, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, ada dua segmen pengerjaan relokasi yang akan dilakukan untuk kabel bawah tanah ini. Yakni, segmen 1 mulai dari Lampu Merah PCI hingga Jembatan Cibeber (Sate Asmawi) dan segmen 2 mulai dari Jembatan Cibeber (Sate Asmawi) hingga menuju ADB.
“Dengan kecepatan pengerjaan rata-rata 100 meter per hari, kita (Pemkot Cilegon) optimis seluruh kabel udara telekomunikasi sepanjang kurang lebih 2 kilometer bersih tanpa kabel di udara. Hari ini saja sudah sekitar 200 meter yang terpotong. Kami optimis seminggu selesai, bahkan bisa lebih cepat,” jelas Aziz.
Menurut Aziz, soal kabel listrik yang belum dipotong sampai saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk segera memotong kabel yang ada di udara.
“Kami sudah berkomunikasi dengan PLN. Nantinya akan dikoordinasikan dengan PLN pusat agar selaras dengan program Pak Wali Kota. Intinya, ke depan tidak ada lagi kabel PLN di jalur protokol, apakah nanti teknisnya dilewatkan bawah tanah atau jalur belakang, itu ada di pihak PLN,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Unit Pelayanan Pelangan PLN Cilegon, Heriyansa mengaku, pihaknya masih belum bisa melakukan penanaman kabel bawah tanah sesuai dengan program Walikota Cilegon, Robinsar. Akan tetapi, dalam melakukan pemotongan kabel ini, tidaklah sama dengan pemotongan kabel Telkom.
“Tim saya akan langsung turun ke lapangan untuk survei. Kami (PLN) sangat mendukung program Pak Walikota. Namun, perlu dipahami bahwa karakteristik kabel listrik berbeda dengan kabel Telkom karena jalurnya yang bercabang langsung ke perumahan warga,” jelasnya.
Menurutnya, beberapa pola yang akan dilakukan oleh PLN dalam mendukung program dari Walikota Cilegon. Yakni, penanaman kabel (underground) dan relokasi jalur kabel.
“Untuk kabel Saluran Tegangan Menengah (SUTM) di jalur tertentu, seperti rute Jembatan Cibeber hingga Toyota, akan ditanam dengan standar kedalaman 120 cm. Sementara, untuk rol lasi jalur, relokasi melalui jalur belakang atau dialihkan jalurnya agar tidak mengganggu pemandangan di jalan utama. Contoh, untuk jalur perlintasan kereta api, penanaman kabel kemungkinan akan sulit dilakukan, sehingga makan dicari solusi relokasi yang paling aman,” ungkapnya.
Pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini. PT PLN Persero tengah melakukan koordinasi intensif dengan Unit 3 untuk pelaksaan jadwal teknis dan perizinan penggalian.
Masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya pemadaman total saat proses perapihan berlangsung. Pihaknya akan melakukan pengalihan suplai listrik (manuver jaringan) terlebih dahulu sebelum pemotongan kabel dilakukan.
“Kalau langsung dipotong pasti padam. Jadi, kami lakukan suplai dari jalur lain dulu. Fokus kami adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan warga agar listrik tetap mengalir, sembari menyukseskan program perapihan kota,” pungkasnya. (Ully/Red)





