Pejabat OPD keluar dari ruang rapat Walikota Cilegon usai rapat koordinasi, Rabu (16/10/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pendapatan sektor parkir dan retribusi pasar masih menjadi sorotan Walikota Cilegon, Edi Ariadi. Pasalnya, realisasi pendapatan parkir oleh Dinas Perhubungan hingga triwulan III belum optimal.

Walikota Edi menyayangkan, pendapatan parkir masih belum memberikan konstribusi yang besar untuk Cilegon. Bahkan, ia juga mempertanyakan kesanggupan dinas tersebut merealisasikannya hingga akhir 2019.

“Tadi saya tanyakan juga di rapat dinas, apa sih masalahnya hingga triwulan III pendapatan di bidang parkir belum optimal? Kelemahan dan kesulitannya apa?,” kata Edi kepada Selatsunda.com usai rapat dinas di ruang rapat Walikota , Rabu (16/10/2019).

Selain parkir, Edi juga mempertanyakan retribusi pasar yang dikelola Disperindag. Menurutnya, retribusi itu juga belum optimal.

Baca juga  Cuaca Buruk Sebabkan Bongkar Muat Kapal di Pelabuhan Merak Tak Sesuai Jadwal

“Mereka sih (Disperindag,red) bilangnya karena sudah berpindah tangan hingga 6-7 orang. Untuk lebih pasti tanya sama Disperindag,” ujar Edi.

Menanggapi hal ini, Kadisperindag Cilegon Dikrie Maulawardhana menjelaskan, jika hal yang menjadi persoalan di pasar terkait adanya cicilan kios yang sudah berpindah tangan kebanyak orang. Atas persoalan ini, ia meminta agar cicilan kios bisa ditiadakan/diputihkan.

“Bukan retribusi pasar tapi persoalan cicilan kios. Jadi tadi di rapat saya minta ke Pak Wali, Edi Ariadi cicilan kios diputihkan saja. Karena sudah hampir 1994 silam. Kemungkinan pak wali setuju rencana tersebut,” tungkas Dikrie. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini