SERANG, SSC- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat sejak Januari hingga Juli 2020 sebanyak 6.487 orang pengangguran di Kota Serang didominasi lulusan SMA.
Menanggapi hal ini, Walikota Serang, Syafrudin mengakui cukup sulit mengatasi pengangguran di Serang ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19). Karena saat ini perusahaan bukan membuka lapangan kerja ataupun menerima karyawan tetapi justru merumahkan karyawannya. Ia menerangkan, satu-satunya cara adalah meningkatkan keahlian lulusan dengam pelatihan di BLK.
“Satu-satunya cara, para lulusan SMA/SMK itu, ya, ikut pelatihan dulu aja. Nanti Pemkot juga membuat program di BLK” terangnya saat diwawancarai Selatsunda.com, Rabu (29/7/2020).
Pemkot Serang, kata dia, memang belum memiliki upaya jangka pendek secara komprehensif mengatasi angka pengangguran. Tetapi saat ini, pemkot telah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasinya.
Sejauh ini, Pemkot tengah merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Beberapa wilayah pada RTRW direvisi menjadi zona industri. Dengan begitu, para investor dapat menanamkan modal di Serang dan membuka lapangan kerja. Syafrudin optimis dengan revisi RTRW tersebut dapat menekan angka pengangguran.
“Saya kira yakin. Dalam jangka panjang, karena wilayah industri nanti akan masuk investor dan pembuat pabrik. Selama inikan tidak ada. Insyaallah yakin” terangnya. (SSC-03/Red)

