Foto Ilustrasi (Sumber: nextren.grid.id)

SERANG, SSC – Seorang warga asal Kampung Cibaru, Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang inisial ZFR berurusan dengan Subdit V Siber Polda Jawa Timur. Remaja belia yang baru berumur 14 tahun ini ditangkap karena diduga meretas situs resmi KPU Jember dengan memasukan gambar tak senonoh.

Berdasarkan penelusuran Selatsunda.com, ZFR merupakan siswa dari salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Anyer. Dalam kesehariannya, ZFR hidup secara sederhana bersama keluarganya.

Seperti layaknya remaja, ZFR rajin menjalankan ibadah shalat bersama teman-temannya. Namun di dalam rumah, dia sosok yang tertutup. Informasinya, dia menekuni dunia programer sejak duduk di bangku SMP dengan peralatan komputer seadanya.

Salah satu Ketua RT di Kampung Cibaru, Halil mengaku kaget dengan tertangkapnya ZFR. Ia tidak menyangka ada warganya berurusan dengan polisi terkait meretas situs. Padahal ZFR dalam keseharian dikenal pribadi yang pendiam.

Baca juga  Diduga Sakit, Warga Bojonegara Ditemukan Tewas di Hotel Regent

“Saya memang dengar informasinya itu tapi dari RT sebelah. Kehidupan FZR sehari-harinya sih pendiam. Enggak suka ke luar rumah. Tapi kalau ibadah sholat rajin sama teman-temannya,” kata Halil kepada awak media ditemui di rumahnya, Rabu (13/10/2020).

Halil bercerita, bila ZFR ini merupakan anak dari seorang mantan ASN. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Ia tidak mengetahui persis kehidupan ZFR di sekolah namun biasanya hanya berada di dalam rumah.

“Kalau orang tuanya juga rajin ibadah sholat. Ibunya biasa aja. Layaknya ibu rumah tangga. Tapi memang FZR ini hanya di rumah saja. Enggak tahu kalau di sekolahnya dia rajin atau enggak,” lanjutnya.

Baca juga  Pencurian Modus Pecah Kaca Berkeliaran di Cilegon

Diketahui, Subdit V Siber Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap dua peretas website
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember berinsial DA (23) dan ZFR (14). Kedua pelaku bukan warga Jatim. DA ialah warga Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan sementara  ZFR warga Anyar, Serang, Banten.

“Tersangka bukan berdomisili di Jatim. Tapi WNI yang ada di Sumatra, yaitu Sumatra Selatan. Ada dua tersangka dan ini menjadi tindakan tegas, khususnya kejahatan siber,” terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dikutip dari jatim.idntimes.com, Selasa (13/10/2020).
(Ully/Red)