Komisi III DPRD Kota Cilegon mengadakan rapat dengan Perumda Cilegon Mandiri serta Plh Asda II, Aziz Setia Ade di Ruang Komisi DPRD Cilegon, Senin (24/6/2024). Foto IST

CILEGON, SSC – Pengembangan bisnis air dalam kemasan yang dijalankan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Cilegon Mandiri mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Kota Cilegon. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) ng dilakukan oleh Komisi III DPRD Cilegon dengan Perumda Air Minum Cilegon Mandiri di Ruang Rapat Komisi DPRD Cilegon, Senin (24/6/2024).

Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon mengatakan, Abdul Ghofar mengatakan, pihaknya pada RDP dengan Perumda Air Minum Cilegon Mandiri membahas sejumlah hal. Diantaranya menyangkut belum adanya direktur definitif dan dewan pengawas yang sampai saat ini belum ditetapkan. Kemudian yang turut ditanyakan yakni bisnis air kemasan bernama Ci Legon yang belum lama ini diluncurkan.

Ghofar mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi yang dilakukan Perumda Air Minum Cilegon Mandiri menciptakan air dalam kemasan sebagai pengembangan bisnis baru. Namun ia mengingatkan agar Perumda Air Minum Cilegon Mandiri sebagai perusahaan BUMD Cilegon tidak melupakan usaha utamanya. Yakni tetap meningkatkan pelayanan pemasangan saluran kepada pelanggan.

“Yang penting, tanggung jawab awalnya sebagai perusahaan daerah yang melayani kebutuhan air bersih untuk masyarakat, itu tidak terlupakan. Jangan keasyikan bisnis air kemasan, pemenuhan dasarnya air ke masyarakat terlupakan,” ungkap Ghofar.

Ghofar menekankan, core bisnis atau bisnis utama dari Perumda Air Minum Cilegon Mandiri adalah pemasangan sambungan pipa air kepada pelanggan. Menurutnya, usaha tersebut harus lebih ditingkatkan khususnya pemasangan saluran rumah tangga. Karena dari informasi yang diperoleh pihaknya, jumlah pelanggan saat ini baru mencapai 20 ribu lebih pelanggan.

Baca juga  Isro Miraj Buka Suara Pindah Partai untuk Maju di Pilkada Cilegon 2024

“Informasi yang kita dapat saat ini baru sekitar 20 ribu satuan sambungan, yang berbasis jalur pipa ke masyarakat. Saya kira ini harus ditingkatkan,” ungkapnya.

“Sehingga ini harus ditingkatkan kembali. Agar cakupan, coverage pelayanan Perumda Cilegon Mandiri ini bisa ditingkatkan. Karena itu core bisnis awalnya Perumda Cilegon Mandiri. Kalau bisnis air dalam kemasan kan istilahnya unit usaha baru yang memang mendatangkan potensi, itu juga diapresiasi,” ucapnya.

Dalam RDP tersebut, pihaknya juga menyinggung beberapa masukan untuk mengembangkan  bisnis air kemasan. Peluncuran air kemasan Ci Legon tidak sekedar memanfaatkan peringatan HUT Cilegon Ke-25 lalu, tetapi prospek bisnis benar-benar dipikirkan matang-matang.

“Jadi tidak masalah yang penting ke depannya itu PDAM adalah bagian daru BUMD, yang pasti ada orientasi untuk menghasilkan PAD. Bisnis itu harus punya prospek. Harus dihitung dianalisa ke depannya,” paparnya.

Sementara Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Ihwan Kurniawan mengatakan, pihaknya menerima berbagai masukan dari Komisi III khususnya terkait bisnis usaha air kemasan yang dikembangkan Perumda Cilegon Mandiri. Sebagai unit bisnis yang baru, air dalam kemasan diminta untuk dipasarkan secara masif ke masyarakat.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

“Pertama terkait air kemasan disarankan untuk dipasarkan secara masif. Jadi tidak terbatas ke salah satu pasar saja tetapi ke lain-lain. Saya sudah sampaikan ke hotel dan koperasi. Karena kami sadari juga bahwa kekuatan jualan itu kalau volume banyak. Jadi itu kita tindak lanjuti itu, kita follow up,” paparnya.

Sejauh ini sejak air kemasan diluncurkan saat Peringatan HUT Cilegon lalu, pemasarannya masih di lingkungan pemerintahan. Saat ini, pihaknya tengah menjajaki pemasaran ke koperasi, hotel-hotel dan tempat lainnya.

“Awalnya memang memaksakan ke kalangan pemerintah kota. Tetapi ini kan bisa dijual komersil, jadi kita harus mengambil peluang itu kemarin sudah kita jalan ke hotel, juga ke koperasi, koperasi induk,” paparnya.

Perumda Cilegon Mandiri berharap, bisnis baru ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan perusahaan. Kedepan, perusahaan akan melakukan pemasaran yang masif yakni lewat media sosial dan e-commerce.

“Memang kan saat ibu jamannya e-commerce. Jadi kita menggunakan media sosial. Kemarin kita memasarkan dengan medsos lebih ampuh ketimbang kita pasarkan dengan banner-banner. Kemudian kami juga sedang mengembangkan aplikasi, sehingga masyarakat mudah melakukan pemesanan,” pungkasnya. (Ronald/Red)