CILEGON, SSC – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon, Bahrudin menyatakan akan mendorong Pemerintah Kota Cilegon dapat memperhatikan kesejahtraan guru honorer di Cilegon. Hal itu disampaikan usai mengikuti pelantikan Ibunda Guru yang digelar di Aula DPRD Kota Cilegon, pagi tadi.
Menurut Bahrudin, pihaknya mencatat ada sebanyak 400 guru honorer di Cilegon. Mereka diberi honor variatif mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu perbulan oleh masing-masing sekolah. Padahal, para guru tersebut telah membantu pemerintah untuk memberikan pendidikan kepada para generasi muda.
“Karena kondisi ini, kami mendorong agar pemerintah bisa mensejahtetakan nasib guru honorer meskipun saat ini Pemkot Cilegon tengah melakukan efesiensi anggaran,” kata Bahrudin, Senin (22/12/2025).
Ia menekankan tantangan ke depan sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah serta dorongan dari Pemerintah Pusat. Oleh karena, ia pun berharap agar Pemkot Cilegon tetap memprioritaskan kesejahteraan guru, meski kondisi ekonomi sedang menantang.
“Kami berharap guru-guru kesejahteraannya tetap diperhatikan. Berdasarkan arahan dari Ketua Dewan dan Bapak Wali Kota, arah kebijakan memang akan menuju pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik,” ujarnya.
Sejauh ini, sambungnya, pendapatan guru paruh waktu tersebut tergantung pada kebijakan tempat mereka mengajar.
“Kita masih menunggu regulasi resminya seperti apa. Kami sudah sowan ke Bapak Wali Kota dan menanyakan soal honorer ini. Pada prinsipnya, selama ada regulasi yang memayungi, insya Allah Pemkot siap menindaklanjuti,” tambahnya.
PGRI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini agar pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor sekolah, mengingat peran vital guru dalam mencetak generasi mendatang. (Ully/Red)





