Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin memberi sambutan pada Kongres PGRI Kota Serang ke IV di SMK 3 PGRI Serang, Sabtu (16/2/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Peran PGRI dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Serang sangat penting. PGRI dalam mewujudkan itu tentu harus lebih bersinergi dengan Pemerintah Kota Serang. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin dalam kegiatan pemilihan kepegurusan PGRI Kota Serang di Konferensi Ke-IV yang digelar di SMK 3 PGRI Kota Serang.

“Mudah-mudahan, kepengurusan di periode sekarang sampai kedepan bisa membawa PGRI lebih besar, bisa membawa peran PGRI lebih nyata dan bisa ngebangun sinergi dengan Pemerintah Kota Serang, sinergi antara PGRI dengan Pemkot. Insya Allah di dunia pendidikan bisa teratasi dengan cepat,” ujarnya, Sabtu (15/2/2020).

Peran PGRI dalam memajukan pendidikan, kata Subadri, bergantung pada pengaruh seorang pimpinan dan pengurusnya. Maka dari itu, dalam seleksi ketua dan kepengurusan PGRI periode 2019-2024
bisa menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan PGRI.

“Supaya dapat mempertahankan setidaknya seperti dibawah kepemimpinan kepengurusan kemarin, carilah tokoh tokoh di PGRI yang juga berangkat dari kesenangan terhadap PGRI, insya Allah PGRI maju,” ucapnya

Subadri mengingatkan, ketua dan pengurus yang terpilih kedepan bisa membawa PGRI menjadi organisasi yang solid. Sosok-sosok yang ditunjuk harus datang dari sosok yang benar-benar mencintai PGRI seutuhnya.

“Organisasi rumah tangga saja diawali dari kesenangan dulu, sebuah senang dulu, rasa sayang dulu, kalau diawali kesenangan dulu, rasa sayang dulu, insya Allah menjalankan organisasinya enak, enjoy. Sekarang PGRI nyari pemimpin, nyari ketua, yang memang jelas mencintai keberadaan PGRI dulu,” ujarnya.

Sementara, salah satu Guru Honorer SMK, Holid Rifai mengatakan, selama ini PGRI Kota Serang tidak terlalu menyerap suara para guru.

“Selama ini kan suara dari bawah terutama kami, tidak didengar, rata rata yang masuk di lingkaran PGRI itu guru SD nah bagi kami yang guru SMK kurang didengar,” ujarnya

Holid berharap, di kepengurusan selanjutnya, suara para guru baik Negeri maupun Swasta, baik PNS maupun Honorer dapat diserap secara keseluruhan tanpa memilah-milah.

“Mudah-mudahan, suara guru bisa didengar, ternyata tidak semua guru punya kehidupan yang baik terlebih guru honorer, mudah mudaha dengan kepemimpinan baru, kedepan dapat di dengar dan di perjuangkan,” pungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here