Lilik Istiqomah menunjukan sop duren Medan khas kulinernya saat berada di kedainya di Kawasan Bonakarta, Kota Cilegon, Rabu (21/11/2023). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tidak banyak orang yang telah mapan dalam pekerjaannya memilih untuk pensiun dini. Ini malah sebaliknya dilakukan oleh Lilik Istiqomah (55). Perempuan asal Kota Cilegon ini diusia 45 tahun pensiun dini untuk memulai usaha kuliner. Hasilnya, ibu dua anak ini sukses merintis usahanya saat ini dengan berjualan sop durian Medan di Kawasan Bonakarta, Kota Cilegon.

Lilik bercerita, awalnya merintis usahanya pada 2017, satu tahun setelah pensiun dini dari salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Ia mengawali berjualan durian kupas dan daging durian asal Medan di Jalan Ahmad Yani, Cilegon tepatnya di depan Ramayana.

Lilik bercerita terinspirasi berjualan durian karena kesukaannya terhadap durian asal Medan semasa bekerja sering ditugaskan di luar daerah. Dari situlah ia terinspirasi untuk berjualan.

Ia mengaku, awal berbisnis jualan durian kupas dan daging durian berpartner dengan orang lain. Selayaknya orang yang baru pertama berusaha, bisnis yang dijalaninya tidak berjalan mulus. Ia merasakan pahit getir berbisnis dan kemudian memutuskan tidak lagi berpartner namun berusaha sendiri.

Kala itu, cerita Lilik, usahanya penuh dengan lika liku. Seperti pebisnis lainnya, dia diawal berjualan merasakan sepi pembeli. Lilik mengaku tidak patah arang. Ia terus berjualan bahkan sempat menjajakan dagangannya ke unit koperasi dan rekan-rekannya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Alhasil, lama kelamaan usahanya berjalan semakin dikenal. Dengan bantuan kemajuan teknologi, durian kupas dan daging durian yang dijualnya makin dikenali masyarakat di Banten hingga diluar daerah.

“Jujur, awal-awal saya jualan tidak laku. Saya titip ke koperasi, ke teman-teman, saya antar, saya kirim. Sekarang karena saya kasih google map, orang-orang jadi tahu. Jadi dari Tangerang, Jakarta dari Yogya, dari Malimping, dari Rangkas Bitung, daging duren, duren kupas, sekarang (reseller) ambil ke saya,” ucapnya.

Kesuksesan menjual daging durian dan durian kupas tidak membuat Lilik berhenti berusaha disitu saja. Sebagai penyedia durian kupas dan daging durian, ia kemudian mendirikan Kedai Kuliner Durian Medan di Kawasan Bonakarta. Disitu, ia mengolah bahan baku durian Medan menjadi berbagai varian kuliner mulai dari sop durian, cendol durian dan lainnya. Saat ini dalam sebulan, ia dapat meraup keuntungan Rp 20-30 juta.

“Kalau dibanding tahun lalu dengan tahun ini, naiklah tahun ini. Keuntungan bersih rata-rata perbulan bisa Rp 20 sampai 30 juta,” ungkapnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Selama menjalankan bisnis durian, Lilik mengaku terbantu dengan program inkubasi yang digulirkan Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon. Ia sejak bergabung pada 2022 merasakan banyak manfaat dari program tersebut terutama untuk berbisnis baru. Mulai dari aspek legalitas hingga sampai memiliki jejaring komunitas dengan pelaku UMKM lainnya.

“Saya bersyukur dapat banyak manfaat dari program inkubasi,” tuturnya.

Lilik berpesan kepada pelaku UMKM yang baru memulai usaha agar selalu yakin dengan usaha yang dijalani. Keyakinan berusaha, kata Lilik, sangat penting. Karena dari nilai keyakinan itu, kata dia, mudah-mudahan Allah SWT memberikan rejeki.

“Kalau kita yakin insya Allah dapat (rejeki). Yakin Allah kasih rejeki sesuai kebutuhan kita,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Didin S Maulana mengatakan, Ibu Lilik telah bergabung dalam program inkubasi sejak 2022. Lilik termasuk pelaku UMKM yang dibina oleh pihaknya.

“Ibu Lilik ini, satu dari 100 pelaku UMKM yang kita bina sejak 2022. Saat ini kita monitoring, untuk mengetahui perkembangannya, omsetnya dan lain-lainnya,” ujar Didin. (Ronald/Red)