Bacalon Walikota Tangsel, Muhamad dan Bacalon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memberi keterangan kepada media usai konsolidasi Partai Gerindra di Graha Mahesa, Kantor DPD Gerindra Banten, Rabu (22/7/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Kontestasi Pilkada Kota Tangerang Selatan tampaknya akan berlangsung sengit. Sorotan publik sudah mulai tertuju pada nama-nama besar tokoh nasional yang ada di balik bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel.

Ada Bacalon Wakil Walikota Tangsel,
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara). Eks Anggota DPR RI yang menjadi pendamping Bacalon Walikota, Muhamad diusung Partai Gerindra dan PDIP ini merupakan keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Selain Sara, ada juga Bacalon Walikota Tangsel diusung Partai Demokrat, Siti Nur Azizah. Azizah juga Wasekjen Demokrat merupakan putri keempat Wapres RI, Maaruf Amin. Ia maju di Pilkada Tangsel didampingi bacalon wakilnya, Ruhama Ben dari PKS.

Kedua bacalon ini akan bersaing juga dengan Bacalon dari Golkar, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Dimana Benyamin adalah petahana yang saat ini menjabat wakil walikota. Sementara Pilar merupakan anak dari Ratu Tatu Chasanah juga keponakan Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah.

Menanggapi hal itu, Bacalon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku, Pilkada di Tangsel Tahun 2020 ini memang berbeda dengan biasanya. Menurutnya, ramainya perbincangan pilkada Tangsel mungkin bukan karena sosok dibalik bacalon yang maju. Akan tetapi dibelakang itu ada kekuatan tokoh-tokoh nasional.

Baca juga  Temui Ratusan Massa, Walikota Serang Ajak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

“Mungkin bukan karena kami, kami melihat pasangan yang maju itu ada kekuatan nasional dibaliknya,” ujarnya usai konsolidasi Partai Gerindra di Graha Mahesa, Kantor DPD Gerindra Banten, Kamis (23/7/2020).

Sara menerangkan, dirinya dan Muhamad maju di Pilkada Tangsel dasarnya maju bukan karena alasan itu. Tetapi karena keduanya memiliki kemampuan masing-masing.

Pendampingnya Muhamad yang saat ini menjabat Sekda, kata Sara, dari kecil hidup di Tangsel serta selama berkiprah sebagai ASN paham betul masalah-masalah di Tangsel. Ia pun mengaku maju di Pilkada Tangsel karena sebagai politisi nasional dan membawa kepentingan internasional.

Dengan latar belakang ini jika dibandingkan dengan bacalon lain, ia merasa hal itu seimbang. Baginya siapapun boleh maju untuk berkontestasi di Pilkada Tangsel.

Baca juga  Diduga Sakit, Warga Bojonegara Ditemukan Tewas di Hotel Regent

“Kalau misalkan kita lihat yang lain saya rasa itu fair, siapapun bisa maju mengajukan diri untuk kemajuan Tangsel,” ungkap Sara.

Sementara, Bacalon Walikota Tangsel, Muhamad menyatakan, pilkada di Tangsel memang seperti rasa Pilpres. Baginya dan Sara, pertarungan dengan bacalon manapun tidak masalah. Seluruh bacalon maju setara di alam demokrasi dan masing-masing memiliki kepentingan untuk membawa suara masyarakat.

Sebagai sosok lokal dan Sara sebagai politisi nasional dan berpengalaman, Muhamad mengharapkan dapat berkontribusi untuk Tangsel. Menurutnya, Tangsel bukan lagi berbicara skala lokal dan juga nasional tetapi didalamnya ada kepentingan internasional. Dengan alasan itu dikatakanya bahwa dibalik Pilkada di Tangsel ada kepentingan nasional.

“Jadi Tangsel tidak hanya bicara lokal saja, terlalu sempit. Bicara nasional tidak cukup, tetapi berbicara internasional. Seluruh warga negara ada di Tangsel, miniatur dunia. Itu barangkali yang sangat menarik. Pilkada lokal tetapi rasa nasional,” paparnya. (Ronald/Red)