CILEGON, SSC – Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta, menghadiri acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang diselenggarakan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan tema “Menuju Sukses Melalui Digitalisasi Usaha UMKM Kota Cilegon Bersama PNM”. Acara tersebut berlangsung di Joglo Sari Kuring Indah (SKI) Cilegon pada Jumat (07/07/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PNM (Permodalan Nasional Madani) yang telah berperan aktif dalam memajukan sektor UMKM di Kota Cilegon.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PNM yang telah berperan aktif dalam membantu para pelaku UMKM Kota Cilegon. Saat ini, jumlah UMKM mencapai 30 ribu, di mana 16 ribu UMKM telah mendapatkan bantuan pembiayaan dari PNM. PNM memiliki kapasitas pembiayaan puluhan ribu untuk UMKM kita,” ujar Sanuji.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Sanuji menyampaikan bahwa program yang dilakukan oleh PNM sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam mengembangkan Usaha Kecil Menengah. Oleh karena itu, kerjasama antara PNM dan Pemerintah Kota Cilegon sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Kerjasama ini perlu dijaga dengan baik, karena ini merupakan salah satu sumber pembiayaan bagi para pelaku UMKM Kota Cilegon untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya. Kami akan terus mendorong para pelaku UMKM Cilegon agar semakin maju dan berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Serang, Nanang Komarudin, menyatakan komitmennya dalam membantu mengembangkan dan memajukan para pelaku UMKM di Kota Cilegon. Ia menegaskan bahwa PNM akan terus memberikan dukungan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM Kota Cilegon.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Kami akan terus mendukung perkembangan UMKM di Kota Cilegon ini. Secara bertahap, kami akan memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM. Oleh karena itu, setiap minggu kami selalu mengadakan pertemuan dengan para pelaku UMKM,” ungkapnya.

Nanang juga menjelaskan bahwa persyaratan untuk mendapatkan pinjaman dari PNM sangatlah mudah, bahkan bagi mereka yang belum memiliki usaha sekalipun. Menurutnya, syarat utamanya adalah memiliki niat yang kuat untuk memulai usaha.

“Dalam waktu dua minggu setelah menerima pinjaman, calon peminjam diharapkan sudah membuka usaha. Tidak ada jaminan yang diperlukan, tetapi kami hanya meminta kehadiran mereka pada setiap pertemuan yang diadakan setiap minggu,” jelasnya. (ADV)