Seorang warga inisial ES (35) asal Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Cilegon diamankan diduga stress, Belum lama ini. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Seorang warga inisial ES (35) asal Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon harus berurusan dengan pihak berwajib. ES diamankan diduga stress hendak melakukan penyerangan terhadap Imam Masjid Nurul Ikhlas Cilegon.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (6/9/2021) sekitar pukul 18.00 WIB. Kapolsek Cilegon, Kompol Karep Waluyo mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat tengah ibadah shalat magrib. Saat itu, ES yang mengenakan celana pendek tiba-tiba masuk kedalam masjid sambil berteriak-teriak dan mengucap ‘shalat yang bener sesuai anjuran Islam’.

Beberapa jamaah yang mengetahui itu langsung membawa ES keluar masjid dan diamankan.

“Jadi lagi solat maghrib terus anak ini Eka Saputra masuk pakai celana pendek, nggak nyerang, (dia teriak) “solat yang bener sesuai anjuran Islam” terus diamankan, nggak nyerang nggak melakukan pemukulan,” ujar Kapolsek dikonfirmasi.

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

Kejadian yang sempat menghebohkan jemaah masjid tersebut tidak terdapat unsur penyerangan terhadap imam masjid. Meski ES diketahui memiliki gangguan jiwa.

“Tapi pada intinya anak tersebut juga memang dengan gangguan kejiwaan dan saat itu juga datang dokter sama perawatnya,” terangnya.

ES pasca diamankan langsung ditangani pihak dokter dan perawat yang biasa menanganinya. Kata Kapolsek, peristiwa tersebut telah diselesaikan secara musyawarah lantaran warga dan jemaah masjid memaklumi kondisi ES.

“Waktu itu sudah selesai karena memang yang pelapornya dari DKM-nya juga tahu, waktu tu sudah diselesaikan juga di musalah karena memang memaklumi karena memang stres, waktu itu dateng juga dokternya sama perawatnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)