Satreskrim Polres Serang Kota mengungkap kasus dugaan pembunuhan pekerja hotel yang tewas, Senin (6/9/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Polisi secara cepat menangkap pelaku pembunuhan pekerja hotel yang tewas di kontrakan di Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang dengan posisi tertutup bantal. Selama tiga pekan tepatnya pada Sabtu, 04 Agustus 2021, Satreskrim Polres Serang Kota menangkap pelaku berinisial BM (40) yang bersembunyi di kosannya, di Sempu, Kelurahan Cipare, Kota Serang.

Dalam pengungkapan kasus pembunuhan yang menimpa Siti Maryam (34), polisi menangkap BM dengan menelusuri dari berbagai informasi dan alat bukti. Salah satunya mengungkap kasus dengan menelusuri jejak digital pelaku.

“Kita menelusuri dari jejak digital pelaku, pelaku sudah mengetahui di intai polisi, di amankan di sekitaran kontrakan pelaku” ungkap Kapolres Serang Kota, AKBP Maruli Ahiles Hutapea saat ekspos perkara kepada media di Mapolres, Senin (06/09/2021).

Kapolres menerangkan, pelaku dan korban telah saling kenal sejak 2016. Bahkan pelaku dengan korban pernah tinggal satu kontrakan. Di mana kala itu pelaku juga memiliki kunci kamar selain korban.

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

“Pelaku pernah tinggal di TKP tersebut, dikamar tersebut di tahun 2016 dan pelaku memiliki kunci kamar tersebut yang belum dikembalikan,” ungkap Kapolres.

Pelaku BM, kata Kapolres, mengaku memiliki motif merencanakan untuk mengambil barang-barang korban. Rencana itu dilakukan pelaku pada Senin, 17 Agustus 2021 dengan berniat memanjat kontrakan dengan membawa tali. Namun niat tersebut urung dilakukan pelaku karena lokasi ramai.

Baru kemudian Pada Selasa, 18 Agustus 2021, pelaku beraksi. Saat itulah pelaku menghabisi nyawa korban.

“Pelaku membuka menggunakan kunci, masuk ke kamar korban, korban masih tertidur, tiba-toba korban terbangun, kemudian di cekik, korban meninggal. Pelaku yang membawa tali mengalihkan situasi, seolah-olah korban bunuh diri, pelaku memanjat plafon,” tuturnya.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

Pelaku pasca kejadian langsung membawa berbagai barang milik SM seperti sepeda motor hingga tabung gas LPG.

Atas perbuatannya, pelaku disangkaka Pasal 339 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 29 tahun.

Sementara, pelaku BM mengaku menjalin hubungan spesial dengan korban meski sudah berkeluarga. Dia mengaku berniat mengambil barang berharga korban.

“Pernah gitu, teman tapi mesra. Mau ngambil barang korban,” kata pelaku.

Pada pemberitaan sebelumnya, seeorang wanita yang mengontrak di Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, ditemukan tewas, Rabu (18/8/2021). Wanita berinisial SM (34) ini ditemukan tewas dengan kondisi kepala tertutup bantal.

SM merupakan pekerja salah satu hotel di Kota Cilegon. Korban yang merupakan warga Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang ini ditemukan tewas pertama kali oleh rekan kerjanya sekitar pukul 20.00 WIB. (Ronald/Red)