Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono. (foto Dokumentasi Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menyatakan, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 10 sampai 20 personel mengawal 4 pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dalam debat publuk yang akan digelar pada Sabtu, 21 November 2020 dan Sabtu 28 November 2020 mendatang di Jakarta.

“Meski di masing-masing paslon memiliki Walpri (Pengawal Pribadi) sebanyak 4 orang per paslon yang sudah melekat tapi tetap
kami akan ada tambahan personel yang akan mengawal debat terbuka tersebut. Jumlahnya, personel yang dikerahkan sebanyak 10-20 orang,” kata Kapolres kepada Selatsunda.com,  Selasa (17/11/2020).

Ia menyatakan, penyelenggaraan debat publik akan dilaksanakan di stasiun televisi nasional di Jakarta. Agar pengamanan debat Pilkada Cilegon ini maksimal, pihaknya akan meminta bantuan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Di mana pengamanan akan dibantu atas dasar permohonan surat dari KPU Cilegon.

Baca juga  PT Krakatau Posco Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Cilegon

“Karena lokasinya di Jakarta, tetap kami akan meminta surat dari KPU Cilegon untuk membuat surat pengamanan. Surat KPU itulah yang akan kami berikan ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya karena lokasi penyelenggaran debat ada di Jakarta. Namun demikian, yang punya pekerjaan di Cilegon, tetap kami (Polres Cilegon) yang melaksanakan pengamanan,” lanjut mantan penyidik KPK RI.

Terkait pendukung masing-masing paslon akan mebggelar nonton bareng, hal itu belum diketahui pihaknya. Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melakukan pengamanan di wilayah.

Pihaknya pun pengimbau agar pendukung paslon dapat menonton debat publik dirumah masing-masing. Hal itu disampaikan untuk menghindari gesekan pendukung.

“Karena sampai saat ini bekum ada laporan adanya nonton bareng di mana saja titiknya, jadi kami belum bisa tentukan berapa personel yang kami kerahkan. Meski demikian, kami tetap mengimbau, karena saat ini masih dalam kondisi pademi Covid-19 tetap kedepankan protokol covid-19 serta jangan melakukan tindakan SARA. SARA itu luas. SARA juga dapat menyerang perseorangan maupun bisa menyerang masing-masing paslon,” imbau Kapolres. (Ully/Red)