CILEGON, SSC – Sebanyak 27 desa dari 5 kecamatan di Kabupaten Serang yang berada di wilayah hukum Kota Cilegon akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang rencananya akan digelar pada 11 Juli 2021 mendatang.
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, pihaknya dengan 199 TPS di 27 desa tersebut telah memetakan wilayah yang rawan konflik. Di mana 21 desa tergolong kondisi rawan konflik dan 6 desa sangat rawan konflik.
“Untuk desa yang rawan ini kami petakan ada di wilayah Pulau Sangiang dan Mancak. Sedangkan untuk wilayah sangat rawan, kami petakan ada 2 desa. Untuk 6 desa sangat rawan sendiri berada di wilayah Mancak, Cinangka dan Anyer,” kata Kapolres kepada Selatsunda.con ditemui di Pelabuhan Eksekutif Merak, Sabtu (19/6/2021).
Kapolres menjabarkan, potensi kerawanan itu muncul saat tahapan pilkades dilaksanakan. Seperti desa yang ada di wilayah Mancak dipetakan rawan konflik karena ada 2 calon incumbent yang mengikuti pilkades dianggap tidak lolos tes tertulis.
Sementara untuk di Lingkungan Mekarsari, Kecamatan Cinangka, potensi itu muncul saat salah satu peserta awalnya dianggap tidak memenuhi persyaratan. Namun, setelah di cek ke pantia justru calon tersebut lolos seleksi. Sedangkan untuk Lingkungan Cikoneng, Kabupaten Anyer, terjadi selisih suara pada masing-masing calon tersebut. Saat dilakukan klarifikasi ke panitia, melalui CCTV memang peserta tersebut telah kalah.
“Tentunya potensi-potensi seperti ini akan menimbulkan kerawanan karena masing-masing pendukung pasti akan mendukung calon yang mereka dukung,” paparnya.
Masih kata Kapolres, untuk mengamankan jalanya Pilkades 2021 ini, pihaknya telah menyiapkan 400 anggota personel kepolisian untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pilkades.
“Selain menyebar anggota polisi, rencananya minggu depan saya akan keliling ke kecamatan-kecamatan untuk mengumpulkan peserta, mengumpulkan panitia penyelenggaraan Pilkades serta akan minta kapolsek-kapolsek, intel dan Reskrim untuk ikut mendekati para calon untuk meminta agar pelaksanaan pencoblosan tidak terjadi gesekan,” ujar mantan Penyidik KPK.
Ia pun meminta kepada para calon yang akan mengikuti kontestasi Pilkades agar tidak berlebihan dengan mengeluarkan massa dalam jumlah banyak, khususnya untuk kampanye. Apalagi, sampai saat ini situasi pandemi Covid-19 belum berakhir. (Ully/Red)

