Penyidik Satreskrim Polres Cilegon memeriksa pihak manajemen RSKM terkait kasus dugaan pungutan perawatan biaya korban tsunami, Minggu (6/1/2019). Foto Ist

CILEGON, SSC – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Cilegon menyelidiki kasus dugaan pungutan perawatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon terhadap  sejumlah korban Tsunami Selat Sunda.

Informasi yang dihimpun selatsunda.com, penyelidikan kasus dugaan tersebut mulai dilakukan pada hari Sabtu (5/1/2019) kemarin hingga Minggu (6/1/2019), hari ini. Sekitar 10 orang saksi termasuk dari pihak manajemen dan tenaga medis RSKM turut di periksa penyidik.

“Masih didalami, masih dilakukan pendalaman. Penyidik masih melakukan pendalaman, masih memastikan status dari masing-masing pihak, status dari RSKM sendiri seperti apa. Yang jelas Polres Cilegon serius menangani masalah ini,” ungkap Kapolres Cilegon, AKBP Rizky Agung Prakoso di konfirmasi di Mapolres Cilegon, Minggu (6/1/2019).

Kapolres mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan lebih jauh terkait pelanggaran ata dugaaan pungutan biaya yang dialami para korban Tsunami. Namun, perkara kasus yang terjadi di Cilegon tidak jauh berbeda dengan kasus dugaan pungutan di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, Kota Serang.

“Masih kita jajaki opsi-opsinya. Pastinya, rekan – rekan sudah tahu kira-kira undang-undang apa saja. Karena kita sudah pernah melihat dan mendengar ini seperti kasus di Serang Kota. Tentunya, kurang lebih sama. Yang jelas kita masih proses pendalaman lah. Jangan buru-buru,” tegasnya.

Untuk mendalami kasus tersebut lrbuh intensif, Polres Cilegon juga dibantu oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Satu atau dua hari kedepan setelah mengumpulkan alat bukti, Kata Kapolres, hasil perkembangan kasus tersebut akan disampaikam kepada publik.

“Yang jelas kita masih bekerja, kita terus bekerja. Ini hari minggu, teman-teman juga masih di kantor bekerja sama dengan teman – teman penyidik dari ditkrimsus Polda Banten, mereka melaporkan asistensi dan supervisi di Polres Cilegon. Dalam satu atau dua hari ini akan ada release, baik dari saya atau Polda Banten,” tuturnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?