Kapolres Cilegon, AKBP Riski Agung Prakoso di wawancara di kantornya, Jumat (11/1/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Untuk menertibkan Tempat Hiburan Malam (THM) yang bandel beroperasi membuka aktivitas melebihi jam tayang, Kepolisian Resort Cilegon merangkul Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0623 Cilegon melakukan monitoring.

Hal ini disampaikan Kapolres Cilegon, AKBP Riski Agung Prakoso menanggapi pertanyaan awak media terkait monitoring yang dilakukan, kemarin, secara gabungan.

Kapolres mengatakan, pihaknya maupun pemkot tidak melarang THM untuk beroperasi. Namun aktivitas harus sesuai peraturan yang ada.

“Buka boleh, tetapi kan harus sesuai jam operasi. Yang jelas sesuai aturan. Sebenarnya bukan domain dari polres, tetapi kita membantu mendorong teman-teman Satpol PP. Karena kita kordinator Pengawasan PPNS, terkait dengan kewenangan mereka memeriksa di tempat ruang tertutup, tentunya harus koordinasi dengan kita,” ungkapnya, Jumat (11/1/2019).

Kapolres menjelaskan, selain merespon atas demonstrasi massa yang terjadi beberapa waktu lalu, monitoring ini juga sebagai bentuk keseriusan Polres dan pemkot menegakan aturan. THM yang tidak mematuhi aturan harus ditertibkan.

“Sebenarnya Polres mendorong pemkot, bukan hanya karena kemarin ada unsur masyarakat yang meminta untuk lebih ditertibkan lagi terkait jam operasi THM,” paparnya.

“Tentunya, kita memohon dukungan rekan-rekan semua. Mana yang ikut aturan main, belum ikut aturan main, tidak mengikuti aturan main. Tentunya, Tidak 100 persen, 24 jam bisa kita awasi,” tandasnya.

Aksi monitoring yang dilakukan, kata Kapolres masih akan terus berlanjut. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondusifitas masyarakat.

“Mungkin akan dilaksanakan dua atau tiga hari kedepan,” pungkansya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?