SERANG, SSC – Perselisihan antara Ormas Pemuda Pancasila dengan Ormas Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat (Perpam) masih belum mereda. Kapolres Serang Kota, AKBP Edhi Cahyono mengaku masih melakukan upaya mediasi terhadap 2 kelompok tersebut.
“Nanti kami komunikasi dulu dengan mereka, kita akan fasilitasi mereka untuk lakukan mediasi. Kalau pun nanti mereka berkenan kita siap untuk menjembatani untuk mediasi,” ujarnya kepada selatsunda.com, Sabtu (18/1/2020)
Untuk diketahui, konflik PP dengan Perpam dipicu atas buntut insiden perselisihan yang diduga terkait penarikan motor di lokasi Kepandean Serang, Jumat Sore (17/1/2020) lalu. Dua Anggota PP yang kabarnya berkerja sebagai Mata Elang perusahaan di Serang diduga dikeroyok oleh oknum Perpam.
Saat ini, kata Edhi, pihak kepolisian sudah berusaha menghubungi kedua belah pihak untuk saling menjaga serta menahan diri demi terciptanya kondusifitas di Kota Serang.
“Kami sudah menghubungi dari kedua belah pihak, supaya tetap menahan diri, tetap menjaga situasi kondusif, terutama di wilayah Kota Serang dan juga umumnya di Provinsi Banten, sehingga masyarakat tidak terganggu yang tentunya bisa menghambat aktifitas masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut kata Edhi, pihaknya terkait insiden perselisihan dua pihak yang diduga dipicu masalah penarikan motor itu telah mengamankan 15 orang yang terlibat. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
“Sementara kita amankan 15 orang di kantor, nanti akan ditetapkan sebagai tersangka mungkin kita menunggu 1 × 24 jam hasil dari penyidik. Hasilnya apa akan kita laksanakan gelar perkara nanti akan kita beritahukan kepada keluarganya,” ucapnya.
Edhi menuturkan, bagi yang tidak terbukti terlibat dalam kisruh tersebut, akan dipulangkan kepada keluarga masing-masing. (MG-01)

