Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana diwawanca awak media terkait galian c di Cilegon, Rabu (27/11/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sedikitnya sebanyak 60 pengusaha galian c dan tambang pasir yang ada di Kota Cilegon diperiksa oleh Polres  Cilegon. Pemeriksaan dilalukan lantaran izin yang dikantongi pengusaha tidak sesuai dengan aktivitas kegiatannya.

“Sudah 60 pengusaha galian c ilegal sudah kita (Polres Cilegon) periksa. Surat izin yang mereka miliki tidak nyambung dengan kegiatan. Izin yang mereka ajukan itu untuk pematangan lahan, namun pada kenyatannya justru pasir tersebut diperjualbelikan,” kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana kepada Selatsunda.com, Rabu (27/11/2019).

Ia menegaskan, jika puluhan pengusaha galian c ini sudah diminta keterangan. Banyak diantaranya, kata dia, tidak bisa menunjukan izin yang dikantongi.

“Oh sudah di kita panggil pada hari itu. Kita juga dapati ada pengusaha galian c dan tambang pasir ini tidak mau ngasih dokumen perizinanya. Kita sih gampang aja, kalau mereka menyerahkan dokumen perizinannya Silahkan dilanjutkan. Kalau tidak langsung kita sikat,” tegasnya.

Yudhis mengaku, pihaknya memberikan waktu satu minggu kepada para pengusaha galian C dan tambang pasir ini untuk mengurus perizinannya.

Terkait adanya dugaan oknum aparat kepolisian yang bermain di galian c dan tambang pasir ilegal ini, Kapolres mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum mencium adanya oknum polisi yang terlibat dalam usaha tersebut.

“Saya belum tahu dan belum dapat kabar. Kalau memang ada oknum yang terbukti langsung kita tindak juga,” imbuhnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here