Kondisi Auwning di Pasar Kepandean, Kota Serang diperuntukan pedagang di stadion sepi aktivitas, Rabu (27/11/2019). Foto Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG,SSC- Awning di Pasar Kepandean, Kota Serang yang sudah dibangun pemerintah untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf sepi aktivitas, Rabu (27/11/2019). Pantuan dilokasi sekitar pukul 14.00 wib, Auwning yang dibangun oleh Disperindagkop UMK ini tampak kosong dan tidak ditempati pedagang.

Kepala Disperindagkop UMK Kota Serang, Yoyo Wicaksono yang dikonfirmasi tidak menampik auwning yang sudah dibangun tidak ditempati pedagang. Menurutnya, pedagang enggan pindah karena kondisi Kepandean masih belum menyediakan fasilitas memadai. Salah satunya listrik yang belum tersedia.

“Alasan mereka sih karena infrastrukturnya masih belum lengkap,” ujar Yoyo.

Ia mengakui, infrastruktur di Kepandean masih belum tersedia. Sejumlah fasilitasnya masih bertahap dibangun.

“Pertama, kita bangun pada tahap awal kita bangun MCK dn mushola. Di Perubahan APBD ini, kita tambah, DPUTR sudah bangun jalan, sudah hotmix. PU juga sudah bangun landscape. Kemudian kita akan lengkapi itu dengan saluran listrik dan PJU. Targetnya akhir tahun ini tuntas di Kapendean,” sambung dia.

Jika sudah terfasilitasi, kata Yoyo, penempatan pedagang akan diundi. Sehingga nantinya awning bisa digunakan oleh pedagang.

“Seandianya kita sudah membuat garis-garis, kalau mereka sudah siap kenghuni, kita undi,” tandasnya.

Terpisah salah satu PKL Stadion yang menolak di relokasi ke Kepandean, Sami mengatakan dirinya enggan pindah lantara di Kepandean pembelinya sepi.

“Kalo malem kan gak enak, terus kalo pagi atau siang onderdil doang yang buka jadi yang mampir paling beli onder deal, itupun kalo beli,” tutur penjual kopi itu.

Sami tetap memilih bertahan di area Stadion lantaran pembelinya ramai.

“Kalo di Stadion kan yang belinya banyak, ada Mahasiswa, ada pekerja, dan masih banyak lagi deh” katanya.

Selain Sami, pedagang kopi lainnya, Enal tetap memilih berjualan di stadion. Dia tetap di stadion setelah mendengar rekannya sesama pedagang mengeluh sepi pembeli di Kepandean.

“Temen aja yang jualan disana ngeluh mas” terangnya.

Enal berharap, pemerintah tetap membiarkan pedagang tetap bisa berusaha di Stadion.

“Kami pengen tetap berjualan disini, karna kami orang sini, rumah saya di belakang Stadion ini. Masak saya harus berjualan ke jauh, keuntungan gak seberapa, paling juga sehari dapat 100 ribu, kalau kejauhan kan habis sama ongkos juga”, pungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here