20.1 C
New York
Sabtu, Februari 21, 2026
BerandaPemerintahanProgram 100 Hari Kerja Rampung, Robinsar-Fajar Fokus Susun RPJMD 2025-2029

Program 100 Hari Kerja Rampung, Robinsar-Fajar Fokus Susun RPJMD 2025-2029

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Robinsar menyatakan, setelah program 100 hari kerja direalisasi, pihaknya akan fokus untuk menyiapkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2025-2029.

Robinsar mengungkapkan, program kerja yang dijalankan selama 100 hari merupakan bagian atau gambaran dari janji politik dan program-program Robinsar-Fajar. Ia menyatakan, semangatnya tetap sama akan terus turun ke masyarakat melihat persoalan yang ada.

Robinsar bilang, 100 hari kerja yang dijalankan ini memang begitu terbatas waktunya masih ada kurang lebih 4,8 tahun kedepan. Di mana selama 4,8 tahun kedepan, Robinsar dan wakilnya, Fajar Hadi Prabowo berjanji akan merealisasikan janji politik dan program dalam RPJMD.

“Ini kan 100 hari kerja, itu refleksi atau menggambarkan saja. Bahwa semangat kami itu ingin kerja di masyarakat. Kami tidak hanya ingin duduk saja, tapi kami ingin hadir untuk menyelesaikan persoalan. Tapi tadi 100 hari kerja terbatas waktunya, masih ada kurang lebih 4,8 tahun lagi. Yang akan kami terus, kami maksimalkan untuk mengejar apa yang menjadi janji politik kami dalam RPJMD,” ujar Robinsar usai Kegiatan Penyampaian Realisasi Program dan Launching Program 100 hari kerja di dengan Kantor Pemkot Cilegon, Jumat (23/5/2025).

Ia menyatakan, dalam merealisasikan janji politik dan program akan terus berusaha semaksimal mungkin dengan penuh semangat. Untuk mewujudkan itu, pihaknya tidak bisa sendirian tetapi akan menggandeng seluruh elemen, baik masyarakat, Forkopimda dan swasta atau industri. Saat ini kata Robinsar, Pembangunan Kota Cilegon tidak selalu disokong oleh APBD atau APBN saja. Tetapi pembangunan juga perlu keterlibatan dari swasta/industri.

“Maka kami akan ikhtiarkan, semangat tadi. Semngat tidak hanya kami sendiri, kami ingin menggandeng semua pihak. Dari forkopimda, kita minta masukan dan kolaborasinya, dari industri swasta juga kita minta CSR-nya untuk pembangunan Kota Cilegon ini. Agar membangun itu tidak melulu dengan APBD.  Tapi APBD, APBN dan industri atau CSR-nya,” terangnya.

Diketahui dalam launching program 100 hari kerja, program yang telah terealisasi 97 persen atau sebanyak 51 program dari total keseluruhan 57 program.

Beberapa yang telah terealisasi diantaranya Program Beasiswa Cilegon Juare untuk peningkatan kualitas SDM dan Pembentukan Tim Sapu Bersih untuk penanganan persoalan sampah.

“Ada juga tim sapu bersih, kami yakini, kota yang maju kota yang bersih dari tingkat bawah dan kami pun fokus menata hingga tingkat kota juga. Sampah-sampah kita fokus juga, bahkan sudah ada 500 bak sampah supaya masyarakat sadar kebersihan. Kami contohkan juga jumat bersih, OPD, kita tidak hanya mengajak juga terlibat langsung,” ujar Robinsar.

Program 100 hari kerja juga menyasar terkait tata kelola pelayanan publik. Robinsar-Fajar menyediakan program layanan aplikasi sistem doklinc. Selain itu ada juga pelayanan puskesmas 24 jam.

“Fokus kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan fokus utama. Semua nanti puskesmas di Cilegon, kami akan pastikan berjalan 24 jam, bisa menjadi poned (pelayanan kegawatdaruratan) juga, untuk melahirkan dan juga bisa untuk rawat inap. Rawat inap tanda kutip sakit sakit ringan,” pungkas Robinsar. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2