Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujiyanto. (Foto Istimewa)

SERANG, SSC – Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Kota Serang, Pujianto mempersoalkan pencopotan jabatannya sebagai Ketua Komisi II dan Anggota Banggar DRPD Kota Serang. Ia mempersoalkan itu karena pencopotan seluruh jabatannya di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dinilainya penuh kejanggalan.

Ia menjelaskan, kabar pencopotan terhadap dirinya berawal dari adanya SK Badan Kehormatan pada 14 September 2021. Surat menyebut dirinya tidak hadir rapat paripurna selama 10 kali berturut-turut.

Pujiyanto mengaku kerap mengikuti paripurna secara virtual. Itu artinya, hadir secara virtual dinyatakan tidak absen.

Menurutnya, keputusan pencopotannya dari jabatan AKD kaitan dengan alasan absensi adalah cacat prosedur. Maka haruslah dievaluasi.

“Berarti ini ada fitnah, cacat prosedur ini harus dievaluasi,” selesai rapat paripurna di Gedung Sekretariat DPRD Kota Serang, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senen (20/19/2021).

Baca juga  Tabrakan di Depan Gedung DPRD Banten Libatkan Mobil Fortuner dan 2 Motor, Satu Orang Tewas

Ia juga menyebut, ada kejanggalan lain terkait pencopotannya. Ia menganggap pencopotannya adalah bentuk kesewang-wenangan dan arogansi yang ditunjukan oleh fraksi. Menurut Pujiyanto, fraksi dalam kondisi tersebut semestinya memberikan ruang kepada dirinya untuk melakukan klarifikasi.

“Surat dari BK itu tanggal 14 september yang ditujukan kepada fraksi dan itu bentuknya himbauan bukan peringatan atau keputusan.
Seharusnya fraksi menyampaikan dulu kepada saya, kepada yang bersangkutan untuk mengklarifikasi kenapa tidak hadir berturut-turut 10 kali,” paparnya.

Pujianto mengaku iklas selama keputusan yang ditetapkan melalui prosedur yang benar. Meski tetap menilai ada mekanisme yang tidak ditempuh.

Ia mengungkapkan, pergantian jabatan dalam AKD seperti yang terjadi pada dirinya adalah hal yang biasa. Karena menurutnya, jabatan di AKD hanya titipan partai saja.

Baca juga  Truk Tangki Air Minum Tabrak Rumah Makan dan Bengkel di Merak, Sopir Tewas Ditempat

“Tidak ada pecah kongsi, ini kan dinamika politik pergantian itu hal biasa, AKD itu titipan partai karena saya kepanjangan partai,” pungkasnya. (SSC-04/Red)